CARACAS, celotehriau.com – Jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026) sore waktu setempat terus bertambah, dan kini mendekati 1.000 jiwa.
Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez menyampaikan, hingga Jumat (26/6/2026), sedikitnya 920 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lebih dari 3.300 lainnya mengalami luka-luka, mengutip Los Angeles Times, Sabtu (27/6/2026).
Selain menelan korban jiwa, bencana alam itu juga mengakibatkan kerusakan besar. Lebih dari 1.400 bangunan dilaporkan rusak atau hancur, mengakibatkan ribuan warga Venezuela kehilangan tempat tinggal. Banyak di antara mereka saat ini harus bertahan di tenda-tenda darurat maupun berkemah di sepanjang jalan.
Selain korban jiwa dan luka-luka, ratusan orang juga masih dinyatakan hilang. Kondisi ini memicu kecemasan dan duka mendalam di kalangan keluarga korban. Warga Venezuela pun ramai mengunggah nama serta foto anggota keluarga yang hilang melalui media sosial sambil berharap ada informasi mengenai keberadaan mereka.
Sebagian besar korban yang belum ditemukan diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan di berbagai wilayah terdampak, mulai dari ibu kota Caracas hingga negara bagian La Guaira di pesisir Laut Karibia, sekitar 32 kilometer di utara Caracas. La Guaira menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat gempa.
Citra satelit yang membandingkan kondisi sebelum dan sesudah bencana memperlihatkan besarnya kerusakan di La Guaira. Puluhan lokasi yang sebelumnya dipenuhi gedung bertingkat, pertokoan, rumah, dan bangunan lainnya sekaarang berubah menjadi tumpukan puing.
Dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 dan 7,5 mengguncang Venezuela hanya dalam selang waktu 39 detik pada Rabu (24/6/2026), sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Kedua gempa dilaporkan berpusat sekitar 160 kilometer di sebelah barat Caracas dan menjadi bencana gempa paling mematikan yang menghantam negara di Amerika Selatan tersebut dalam hampir satu abad.
Bantuan internasional terus berdatangan. Tim penyelamat dari berbagai negara mulai berdatangan untuk mencari korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Ratusan petugas kemanusiaan dari sedikitnya 16 negara saat ini telah tiba di Venezuela untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan serta menyalurkan bantuan bagi rakyat Venezuela.
