Trump Ancam Bombardir Iran, Inggris Tarik Staf Kedutaan di Teheran

Trump Ancam Bombardir Iran, Inggris Tarik Staf Kedutaan di Teheran

LONDON, celotehriau.com  - Pemerintah Inggris untuk sementara menarik staf Kedutaan Besarnya dari Iran sebagai langkah pencegahan menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Keputusan itu diambil setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan membombardir dan menghancurkan infrastruktur Iran apabila Teheran menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz.

Mengutip Great Britain News, Kamis (23/7/2026), melalui laman resminya, Inggris menyatakan, penarikan para staf ini sebagai langkah antisipatif di tengah situasi keamanan yang terus berkembang. Namun, Kedutaan Besar Inggris di Iran tetap beroperasi secara jarak jauh.

"Karena situasi keamanan yang sedang berlangsung, kami telah mengambil tindakan pencegahan untuk sementara menarik staf Inggris dari Iran. Kedutaan kami terus beroperasi dari jarak jauh,” bunyi pernyataan Pemerintah Inggris.

Dalam pernyataannya, Pemerintah Inggris juga memperingatkan warga Inggris yang masih berada di Iran, kemampuan memberikan bantuan konsuler kini menjadi sangat terbatas.

"Bantuan konsuler tatap muka tidak akan mungkin dilakukan dalam keadaan darurat dan pemerintah Inggris tidak akan dapat membantu Anda jika Anda mengalami kesulitan di Iran,” lanjut pengumuman tersebut.

Pemerintah Inggris juga mengingatkan situasi keamanan di kawasan masih sangat dinamis. Dalam pembaruan informasi perjalanan, Inggris menyatakan, sejak 8 Juli telah terjadi serangan dan serangan balasan oleh Iran di sejumlah lokasi di seluruh wilayah terhadap infrastruktur militer dan sipil AS. Oleh karena itu, pemerintah memperingatkan adanya potensi eskalasi yang dapat berdampak pada perjalanan internasional.

"Ada risiko serangan lebih lanjut dan eskalasi yang tak terduga di wilayah tersebut. Warga negara Inggris yang saat ini berada di Timur Tengah harus bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara secara berkala, dan potensi gangguan perjalanan,” bunyi peringatan yang diterbitkan.

Sebelumnya, Trump melalui platform Truth Social mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran. Ia menegaskan setiap serangan Iran terhadap kapal di Selat Hormuz akan dibalas dengan serangan terhadap infrastruktur penting, contohnya jembatan hingga pembangkit tenaga listrik negara tersebut.

"Mulai saat ini, setiap kali Republik Islam Iran menembak kapal di Selat Hormuz, baik itu dengan rudal, roket, drone atau perangkat atau senjata lainnya, AS akan membom dan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik termasuk yang terletak di dekat, atau di Teheran,” tulis Trump.

Sebagai informasi, keputusan Pemerintah Inggris tersebut diambil hanya beberapa hari setelah Trump mengungkapkan hasil percakapan teleponnya dengan Wali Kota Greater Manchester, Andy Burnham. Menurut Trump, keduanya membahas berbagai isu dalam percakapan yang ia sebut berlangsung menarik pada Senin (20/7/2026).

Berita Lainnya

Index