WASHINGTON (Celotehriau.com) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap Spanyol terkait rendahnya belanja pertahanan negara tersebut untuk NATO. Bahkan, Trump menyerukan agar seluruh hubungan perdagangan dengan Spanyol dihentikan.
“Spanyol adalah mitra yang buruk di NATO. Mereka tidak berkontribusi. Mereka tidak membayar. Saya tidak ingin berurusan dengan Spanyol. Hentikan semua perdagangan dengan Spanyol, termasuk kunjungan,” kata Trump dalam konferensi pers bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, dikutip dari BBC, Rabu (8/7/2026).
Trump juga menyebut Spanyol sebagai negara yang “tidak punya harapan” dan menilai Madrid gagal memenuhi tanggung jawabnya sebagai anggota NATO. Menurutnya, masih ada beberapa anggota NATO lain yang juga perlu meningkatkan belanja militernya, tetapi Spanyol menjadi sorotan utama.
Pernyataan tersebut memperpanjang perselisihan Trump dengan pemerintah Spanyol terkait target belanja pertahanan. Hingga kini, Spanyol menjadi satu-satunya anggota NATO yang belum berkomitmen menaikkan belanja pertahanan hingga 5% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2035.
Para pemimpin NATO saat itu berkumpul di Ankara di tengah meningkatnya tekanan dari Washington agar negara-negara anggota meningkatkan anggaran pertahanan. KTT tersebut digelar setahun setelah aliansi menyepakati target baru yang lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.
Pada 2025, Spanyol mengalokasikan sekitar 2,1% dari PDB untuk belanja pertahanan, naik dari 1,4% pada 2021. Namun, angka tersebut masih berada di bawah target NATO dan tertinggal dibandingkan sejumlah negara Eropa lainnya.
Dalam konferensi pers yang sama, Mark Rutte berupaya meredam ketegangan dengan mengatakan kepada Trump bahwa Spanyol telah meningkatkan belanja pertahanannya menjadi 2%.
“Anda berhasil membuat Spanyol mencapai 2%. Mereka telah membuat kemajuan besar tahun lalu. Meski begitu, masih ada beberapa persoalan yang harus kami selesaikan terkait Spanyol,” ujar Rutte.
Menanggapi komentar Trump, Kantor Perdana Menteri Spanyol menyatakan hubungan bilateral dengan AS tetap memberikan manfaat bagi kedua negara, baik di bidang perdagangan maupun pertahanan. Pemerintah Spanyol menganggap pernyataan Trump sebagai sesuatu yang sudah biasa dalam dinamika politiknya.
Selain mengkritik Spanyol, Trump kembali menyampaikan ketidakpuasannya terhadap NATO. “Saya sangat tidak puas dengan NATO,” kata Trump, meski tetap memuji Rutte sebagai pemimpin yang baik.
Ketegangan di dalam NATO juga meningkat setelah Trump sebelumnya mengungkapkan kekecewaannya karena sejumlah negara anggota menolak bergabung dalam operasi militer AS terhadap Iran.
Pasar Saham Spanyol Ambruk
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta agar hubungan dagang dengan Spanyol diputus karena rendahnya belanja pertahanan negara tersebut untuk NATO.
Komentar Trump turut memicu tekanan di pasar keuangan. Imbal hasil obligasi pemerintah Spanyol tenor 10 tahun naik hampir 10 basis points menjadi 3,5682%, menandakan aksi jual di pasar obligasi.
Di pasar saham, indeks IBEX 35 Spanyol ditutup melemah lebih dari 2,8%, sementara indeks pan-Eropa Stoxx 600 turun sekitar 1,9%.
Dari sisi lain, harga minyak dunia melonjak setelah Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.
Duta Besar AS untuk NATO Matthew Whitaker mengatakan perbedaan pandangan mengenai belanja pertahanan di antara negara-negara anggota hanyalah bagian dari proses penyesuaian.
“Saya melihat ini sebagai tantangan yang pernah kami hadapi sebelumnya,” ujarnya, dikutip dari BBC.
