PEKANBARU - Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, bahwa iklim investasi Riau setiap tahun semakin meningkat.
Data pada tahun 2018, Riau masuk dalam kategori realisasi investasi 10 besar se-Indonesia namun saat ini Riau sudah masuk dalam 5 besar investasi.
"Pak Presiden selalu mengatakan, bahwa kita tak hanya bisa mengandalkan APBN dan APBD. Tak akan maju suatu daerah, kalau kita mengabaikan investasi. Alhamdulillah berkat dukungan bupati walikota, suasana kondusif memberikan kemudahan berusaha oleh semua kepala daerah, sehingga investasi di Riau ini termasuk disenangi oleh para investor," katanya, Senin (10/7/2023).
Syamsuar menjelaskan, dari masuknya investasi di Riau dapat mengurangi angka pengangguran di Bumi Lancang Kuning Provinsi Riau.
"Dari capaian yang ditargetkan dari triwulan pertama, kita sudah terwujud, sudah tercapai Rp25 Triliun," katanya.
Gubernur mengatakan, ada lima daerah di Riau yang paling tinggi investasi yang ditanam investor yakni Kabupaten Pelalawan dengan Rp11,3 Triliun atau 45 persen dari target. Kedua Indragiri Hilir dengan Rp3,9 triliun atau 15 persen dari target.
Disusul Siak Rp 3,4 triliun atau 14 persen, lalu Pekanbaru dengan Rp3,1 triliun atau 12 persen, dan Kampar dengan Rp 1,7 persen atau 7 persen.
"Ini terus berproses, terima kasih kepada para kepala daerah. Saya juga berharap kepada para camat untuk terus berupaya menjaga kondusifitas agar iklim investasi kita semakin meningkat," tukasnya.
Diberitakan CAKAPLAH.com sebelumnya, Gubernur Riau, Syamsuar mengumpulkan para kepala daerah Kabupaten/Kota dan para Camat se-Riau, Senin (10/7/2023).
Adapun aara yang digelar di salah satu Hotel di Pekanbaru tersebut, merupakan rapat koordinasi bersama gubernur Riau.
Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan bahwa dirinya mengumpulkan para kepala daerah dan Camat tersebut untuk berkoordinasi dalam menjalankan tugas bersama.
