Tinjau Jembatan Sei Rokan, Gubri: Perbaikan Setelah Lebaran

Tinjau Jembatan Sei Rokan, Gubri: Perbaikan Setelah Lebaran

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid memastikan perbaikan Jembatan Sungai Sei Rokan, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang mengalami kemiringan dilakukan setelah hari raya Idulfitri.

Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Ujung Batu menuju Ibukota Kabupaten Rohul yakni Pasir Pangaraian, Riau itu mengalami kemiringan akibat dihantam derasnya air sungai disertai tumpukan kayu pada 23 November 2024 lalu.

Untuk perbaikan jembatan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau telah menyiapkan anggaran sebesar Rp4 miliar.

Hal itu disampaikan Gubri Abdul Wahid saat kunjungan kerja ke Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dalam rangka safari Ramadan 1446 Hijriah, Ahad (9/3/2025).

Dalam kesempatan itu, Gubri sekaligus meninjau kondisi jembatan Sei Rokan yang mengalami kerusakan bersama Bupati Rohul Anton.

Gubri Abdul Wahid mengatakan, saat ini jembatan hanya bisa dilalui oleh mobil roda empat dan roda dua, sedangkan untuk mobil bermuatan besar tidak bisa melewati jembatan yang sudah semakin miring.

"Hari ini kami melihat kondisi jembatan yang ada pergeseran akibat dari arus air yang menggerus pondasi jembatan yang menyebabkan kemiringan, tentu menurunkan daya tampung dari kapasitas jembatan," kata Gubri didampingi Bupati Rohul Anton dan Kadis PUPR-PKPP Riau M Arif Setiawan.

"Makanya, ada kebijakan dari Bupati dan Kapolres, mengurangi lalulintas kendaraan di atas hanya roda dua dan roda empat, itupun tonasenya dikurangi supaya apa, menjaga jembatan. Pasti jika berkurang, apalagi ini sudah 90 cm turunnya kita khawatir nanti turunnya bertambah," tambah Gubri.

Gubri menyebut, dari Dinas PUPR-PKPP Riau perbaikan jembatan direncanakan setelah hari raya Idulfitri, mengingat saat ini kondisi air yang masih tinggi, ditambah lagi dalam suasana Ramadan dan akan memasuki hari raya Idulfitri. Saat ini jembatan masih bisa dilalui namun dengan menggunakan sistem buka tutup.

"Kami Gubernur Riau bersama Kadis PUPR saya bawa, untuk menangani ini setelah Lebaran. Karena mengapa tidak hari ini kita tangani, karena debit air masih tinggi sehingga bekerja agak susah. Nanti airnya sudah turun baru dikerjakan. Kira-kira setelah Lebaran pengerjaannya," jelas Wahid.

Abdul Wahid berharap, pengerjaan jembatan ini bisa cepat selesai. Dari target 6 bulan yang ditargetkan oleh Dinas PUPR-PKPP Riau bisa diselesaikan dalam waktu 4 bulan. Selama pengerjaan akan dicarikan jalan alternatif, atau menggunakan kapal penyeberangan.

“Waktu pengerjaan sekitar 6 bulan, kalau bisa dipercepat ya dipercepat, tapi tidak mengurangi kualitas. Teknisnya jembatan ini tidak dibongkar, tapi didongkrak dan diperkuat, InsyaAllah secara teknis bisa dimanfaatkan secara maksimal," katanya.

Berita Lainnya

Index