PEKANBARU - Kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau dinilai belum maksimal menggarap potensi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Provinsi Riau.
Hal itu ditegaskan Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid menyikapi defisit anggaran yang disebabkan antara pendapatan dan belanja tidak seimbang.
"Saya lihat dari data yang ada baru 35 persen pajak kendaraan bermotor yang tertagih, PBB dan lainnya belum tertagih. Artinya apa? Bapenda Riau belum maksimal," kata Gubri Abdul Wahid, Selasa (11/3/2025).
Gubri juga mempertanyakan dan menyayangkan masih banyak perusahaan di Riau yang belum bayar pajak kendaraan bermotor.
"Bagaimana caranya bisa perusahaan belum bayar pajak? Ini harus dicari solusi dan caranya agar bisa kita mengejar potensi pajak sampai ke daerah-daerah kawasan yang ada objek pajak," Cakapnya.
Karena menurut Gubri, mengejar potensi pajak merupakan komponen terpenting dalam mengatasi persoalan finansial Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang tidak baik-baik saja.
"Itu menjadi hal yang terpenting, tidak mungkin kita belanja tanpa ada pendapatan. Karena itu, pendapatan ini yang harus kita susun dan perkuat, sehingga imbang antara pendapatan dengan belanja," tegasnya.
"Nanti akan saya panggil Bapenda dan yang lainnya, karena saya ingin setiap masalah harus ada solusi agar kita bisa mengatasi persoalan yang ada," imbuhnya.
