PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid mengaku sudah membahas beberapa kebijakan untuk menyikapi kondisi keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang mengalami defisit Rp1,5 triliun dan tunda bayar kegiatan tahun 2024 sebesar Rp 2,2 triliun lebih.
Ia menyebut belum pernah menemukan tunda bayar di Provinsi Riau hingga mencapai Rp 2,2 triliun lebih.
"Sebelumnya saya belum pernah menemukan tunda bayar sebanyak Rp 2,2 triliun, paling yang ada Rp200 atau Rp250 miliar, ini belum pernah sejarah Provinsi Riau, sehingga membuat kepala saya pusing tujuh keliling, dimana mau dicari duitnya," kata Wahid, Rabu (12/3/2025).
Sebelumnya, Gubri sudah membuka semua lembar kerja para Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan jika ditiadakan kegiatan di tahun ini, tetap saja tidak cukup membiayai tunda bayar.
Menurutnya, tata kelola pada pemerintahan sebelumnya tidak mengacu pada alur dan patuh. "Artinya memang tata kelola pemerintahan di tahun sebelumnya menurut saya tidak mengacu pada alur dan patut, ini sangat luar biasa," ujarnya.
Terkait hal tersebut, ia akan mengambil kebijakan sebagai bentuk evaluasi di tahun ini, agar tidak terjadi di tahun-tahun berikutnya. "Saya akan mengambil keputusan, apakah karena tahun ini tidak ada kerja pegawai dan OPD kita sebanyak 21 ribu orang Pegawai, termasuk guru-guru," ujarnya.
"Apakah Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) nya harus kita potong, sebagai biaya untuk menutupi hutang tersebut, itu masih saya pertimbangkan, itulah sangat gentingnya keuangan kita sekarang," tambanya.
Dari informasi sebelumnya, kemampuan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Riau secara ril hanya sebesar Rp8 triliun. Sedangkan belanja pegawai mencapai lebih kurang Rp4 triliun.
Sehingga kebijakan pemotongan tunjangan pegawai dianggap rasional dan memungkinkan untuk menjaga kondisi keuangan Pemprov Riau stabil.
Tak hanya TPP, sejumlah anggaran lain juga akan menjadi sasaran yang bakal dipangkas, seperti biaya perjalanan dinas, konsumsi rapat, serta sewa gedung untuk kegiatan seremonial, Focus Group Discussion (FGD) dan lainnya.
Disamping itu, Gubri curhat kepada forum saat rapat mengenai keseriusannya mengurusi daerah Provinsi Riau ini.
"Sudah 11 hari kerja ini saya baru bisa tidur hampir jam 3 subuh dan bangun jam 5 subuh. Dan itu hampir setiap hari begitu. Setelah salat saya langsung lanjut rapat dan bekerja. Begitu sangkin seriusnya saya mengurusi daerah ini, karena saya lihat memang tidak ada solusi dari pemasalahan yang ada," ucap Abdul Wahid.
Ia juga menegaskan, tidak ada masalah jika kebijakannya tidak populer, ia hanya ingin semua persoalan cepat selesai.
"Maka saya tegaskan, biarlah kebijakan saya tidak populer tidak masalah, yang penting persoalan selesai, saya sebagai pemimpin harus tegas dan berani bertanggungjawab," tutupnya.
