CELOTEHRIAU.COM--Buntut kericuhan aksi demontrasi mahasiswa Universitas Riau (UNRI) pada Selasa (17/9/2019) lalu. Akhirnya pihak Universitas Riau (Unri) menyampaikan permohonan maaf kepada pihak kepolisian.
Langkah-langkah yang akan dilakukan pihak Unri yakni akan mengevaluasi yang terlibat dalam aksi anarkis saat menyampaikan pendapat di muka umum, di Jl Sudirman, Selasa (17/9/2019), sore pukul 17.00 WIB.
Pernyataan maaf pihak Kampus Unri itu disampaikan melalui surat resmi pihak kampus dengan nomor :2724/UN19/KM05/2019) yang dikeluarkan pada 18 Sepetember 2019.
Surat tersebut ditujukan kepada Kapolda Riau dan ditanda tangani oleh oleh Rektor Unri Prof Dr Aras Mulyadi MSc.
Surat klarifikasi tersebut disampaikan Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Ipda Budhia, selain itu surat itu juga sudah diunggah di akun Instagram Humas Polresta Pekanbaru pada Jumat (20/9/2019).
Dalam surat itu, terdapat 3 poin yang disampaikan oleh pihak Unri, antara lain sebagai berikut :
1. Sebelum melakukan aksi kami pimpinan Universitas Riau melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Riau telah menyampaikan dan mengarahkan kepada Presiden Mahasiswa Universitas Riau untuk selalu menjaga moral, etika, dalam berorasi dan menjaga nama baik almamater institusi.
2. Pimpinan Universitas Riau menyesalkan dan menyayangkan hal yang terjadi di luar dugaan tersebut.
3. Pimpinan Universitas Riau akan menindaklanjuti dan mengevaluasi mahasiswa atas insiden terjadi.
"Untuk itu, kami pimpinan Universitas Riau menyampaikan permohonan maaf kepada Kapolda Riau atas insiden yang terjadi di Mapolda Riau tersebut" bunyi surat tersebut.
Menanggapi surat Unri itu, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto, melalui melalui Kasubag Humas Ipda Budhia, saat dikonfirmasi Gagasan, Jumat siang (20/9/2019), mengajak, semua pihak agar bersama bergandengan tangan antara Tim Penanggulangan Karhutla bersama-sama Mahasiswa yang ada di Riau.
''Nengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan untuk menanggulangi Kabut Asap ini tidak hanya tugas polisi semata. Para mahasiswa juga dapat turut serta,'' kata Ipda Budhia.
Dalam aksi demo mahasiswa di Mapolda Riau kemarin, ribuan pilar demokrasi itu meminta pemerintah daerah dan pusat segera memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Aksi demo ini berlangsung ricuh.
Aksi demo kemarin itu diketahui digelar mahasiswa dari tiga kampus besar, yakni Universitas Riau, Universitas Abdu Rab, dan Universitas Politeknik Caltex Riau.
