PEKANBARU - Institut Agama Islam (IAI) Diniyyah Pekanbaru menggelar wisuda sarjana ke-18 dan pascasarjana ke-2 di Hotel Pangeran Pekanbaru, Selasa (23/12/2025).
Namun, di balik suasana hikmat dan penuh kebahagiaan tersebut, terselip kisah haru dari salah seorang mahasiswa yang seharusnya turut diwisuda, namun telah meninggal dunia sebelum hari itu tiba.
Mahasiswa tersebut adalah almarhum Anto Nasution, yang berasal dari Sumatera Utara. Selama menempuh pendidikan di Pekanbaru, almarhum dikenal sebagai gharim di salah satu masjid, yang juga mengabdikan diri sebagai imam, muazin, sekaligus yang menjaga masjid.
Wakil Rektor I IAI Diniyyah Pekanbaru, Dr. Mursal, M.Pd.I, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum. Ia mengatakan, pihak kampus tetap memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum dalam prosesi wisuda.
“Tadi secara simbolis kami menyerahkan ijazah, foto, dan kalung wisuda almarhum kepada pihak keluarga yang hadir, yaitu ibu dan abang almarhum,” ujar Mursal.
Ia menjelaskan, almarhum dikenal oleh jemaah masjid sebagai pribadi yang sederhana dan lurus dalam menjalani kehidupan. Aktivitasnya sebagai gharim masjid telah dijalani dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
“Beliau memang sehari-hari menjadi imam, yang azan, dan menjaga masjid. Dari informasi yang kami terima, almarhum meninggal dunia setelah melaksanakan salat. Tidak ditemukan bekas luka ataupun tanda kekerasan,” jelasnya.
Dikatakannya, berdasarkan keterangan keluarga dan pengurus masjid, almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit asam lambung akut.
“Kalau sakit berat yang parah tidak ada. Tapi dari keterangan orang tua dan orang masjid kami dengar beliau memang punya riwayat asam lambung akut,” tambah Mursal.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa almarhum dikenal sebagai anak yang baik dan berbakti kepada orang tua. Bahkan, menurut pengakuan keluarga, almarhum rutin menelepon ibunya setiap dua hingga tiga hari sekali.
“Keluarganya menyampaikan beliau anak yang sangat baik. Jemaah masjid juga bilang, dia orangnya lurus-lurus saja,” tutupnya.
Prosesi penyerahan ijazah secara simbolis tersebut menjadi momen yang mengharukan bagi seluruh hadirin, sekaligus menjadi bentuk penghormatan kampus atas dedikasi dan perjalanan akademik almarhum hingga akhir hayatnya.
