DPRD Pekanbaru Minta Pembagian Seragam Gratis 20.800 Siswa Tuntas Oktober

DPRD Pekanbaru Minta Pembagian Seragam Gratis 20.800 Siswa Tuntas Oktober

PEKANBARU (celotehriau.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan program seragam sekolah gratis diperluas bagi seluruh siswa baru jenjang SD dan SMP pada tahun ajaran 2026.

Sebanyak 20.800 siswa akan menerima tiga stel seragam yang dibiayai melalui APBD 2026.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Tekad Indra Pradana Abidin mendukung penuh kebijakan tersebut karena dinilai dapat meringankan beban orang tua murid di awal tahun ajaran.

"Awalnya anggaran hanya disiapkan untuk sekitar 1.500 siswa SD dan 1.500 siswa SMP. Namun setelah dilakukan pergeseran anggaran, akhirnya diputuskan seluruh siswa baru SD dan SMP mendapatkan seragam gratis. Tentu kami dari Komisi III sangat mendukung kebijakan ini," ujar Tekad, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, setiap siswa SD akan menerima tiga jenis seragam, yakni seragam merah putih, Pramuka, dan olahraga. Sementara siswa SMP akan memperoleh seragam putih biru, Pramuka, dan olahraga.

Meski mendukung program tersebut, Tekad mengingatkan agar perluasan penerima manfaat tidak mengorbankan anggaran perbaikan sarana dan prasarana sekolah.

"Yang menjadi perhatian kami, tambahan anggaran seragam ini diambil dari pos sarana dan prasarana. Artinya ada rencana rehabilitasi bangunan sekolah dan pengadaan mebel yang akhirnya belum bisa dilaksanakan. Seharusnya Pemko menambah anggaran baru ke Dinas Pendidikan tanpa mengurangi anggaran perbaikan sekolah," katanya.

Menurutnya, kualitas fasilitas pendidikan juga harus menjadi perhatian karena masih banyak sekolah yang membutuhkan rehabilitasi secara bertahap.

"Kami berharap pada APBD Perubahan nanti ada tambahan anggaran untuk Dinas Pendidikan sehingga program seragam gratis tetap berjalan, tetapi perbaikan gedung sekolah dan pengadaan mebel juga bisa direalisasikan. Banyak sekolah yang kondisinya sudah rusak dan harus segera diperbaiki," tegasnya.

Tekad mengungkapkan, semula anggaran seragam sekolah hanya sekitar Rp6 miliar. Namun setelah kuota penerima diperluas menjadi seluruh siswa baru, kebutuhan anggaran meningkat menjadi sekitar Rp13 miliar atau bertambah kurang lebih Rp7 miliar.

"Tambahan anggaran itu tidak menjadi masalah bagi kami, karena memang tujuannya untuk membantu masyarakat. Yang kami ingatkan hanya jangan sampai anggaran perbaikan sarana-prasarana ikut dikorbankan," ujarnya.

Selain itu, DPRD juga meminta Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru mempercepat proses pengadaan seragam agar target pembagian pada Oktober 2026 dapat tercapai.

"Kami mengingatkan maksimal Oktober seragam sudah dibagikan kepada seluruh siswa baru. Kalau targetnya Oktober, pengerjaannya harus melibatkan beberapa vendor supaya selesai tepat waktu, karena jumlah seragam yang dibuat sangat banyak," katanya.

Ia juga meminta Dinas Pendidikan segera menyampaikan informasi kepada seluruh kepala sekolah agar diteruskan kepada orang tua siswa. Hal itu penting agar masyarakat tidak terburu-buru membeli seragam.

"Kami minta seluruh orang tua segera diinformasikan bahwa siswa baru akan mendapat seragam gratis. Jangan sampai mereka sudah membeli dua atau tiga stel seragam, karena nanti justru menjadi pemborosan. Seragam yang diberikan pemerintah itu menjadi hak siswa dan tidak perlu dikembalikan," jelasnya.

Di sisi lain, Tekad menyebut DPRD juga terus mengawal komitmen Pemko Pekanbaru untuk mewujudkan sekolah bebas pungutan. Salah satunya melalui penyediaan buku pelajaran yang dibiayai melalui BOSDA sebagai pengganti Lembar Kerja Siswa (LKS).

"Kami terus mengingatkan agar tidak ada lagi pungutan di sekolah. Mulai tahun ajaran ini buku pelajaran juga mulai disediakan melalui BOSDA secara bertahap, sehingga beban orang tua semakin berkurang," pungkasnya.

Berita Lainnya

Index