IAI Diniyyah Pekanbaru Dorong Penguatan Peran Orang Tua Melalui Seminar Parenting di SDIT Diniyyah

IAI Diniyyah Pekanbaru Dorong Penguatan Peran Orang Tua Melalui Seminar Parenting di SDIT Diniyyah

Pekanbaru – Dalam upaya memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pendidikan anak, tim dosen Institut Agama Islam (IAI) Diniyyah Pekanbaru melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Seminar Parenting bertajuk “Menjadi Madrasah yang Menginspirasi: Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter dan Kesiapan Belajar Anak” di SDIT Diniyyah Pekanbaru, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAI Diniyyah Pekanbaru.

Kegiatan menghadirkan Lailatul Izzah, M.Psi., Psikolog sebagai ketua tim sekaligus narasumber, didampingi tim dosen yang terdiri atas Willytiyo Kurniawan, M.Psi., Eva Yuliza, M.Psi., Psikolog, dan Renny Rahmalia, M.Psi., Psikolog, serta melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi kolaborasi akademik dalam pengabdian kepada masyarakat.

Seminar diikuti oleh para orang tua siswa SDIT Diniyyah dengan suasana yang interaktif. Kegiatan diawali dengan sesi brainstorming mengenai tantangan pengasuhan anak di era digital, mulai dari penggunaan gawai, pembentukan karakter, hingga kesiapan anak mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Diskusi tersebut menjadi ruang refleksi bersama mengenai berbagai tantangan yang dihadapi keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Dalam pemaparannya, Lailatul Izzah menegaskan bahwa keluarga merupakan madrasah pertama dan utama bagi anak. Menurutnya, pendidikan karakter tidak dimulai ketika anak memasuki sekolah, tetapi sejak mereka berada di lingkungan keluarga. Orang tua menjadi teladan pertama yang akan membentuk cara berpikir, bersikap, dan berperilaku anak melalui contoh nyata yang diberikan setiap hari.

Ia juga menjelaskan bahwa karakter anak dibangun melalui proses yang panjang melalui keteladanan, pembiasaan, komunikasi positif, serta pemberian apresiasi dan konsekuensi yang mendidik. Nilai-nilai seperti religiusitas, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kemandirian, dan empati perlu ditanamkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi bekal anak dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.

Selain penguatan karakter, seminar juga mengangkat pentingnya konsep school readiness atau kesiapan belajar anak. Lailatul Izzah menjelaskan bahwa kesiapan belajar tidak hanya diukur dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga mencakup kesiapan kognitif, sosial-emosional, fisik-motorik, kemampuan mengikuti aturan, mengelola emosi, serta kemandirian anak dalam aktivitas sehari-hari. Orang tua diharapkan mampu membangun rutinitas yang sehat, memberikan stimulasi bermain yang bermakna, memenuhi kebutuhan gizi dan istirahat, serta menjalin komunikasi yang baik dengan pihak sekolah.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak merupakan hasil sinergi antara keluarga dan sekolah. Ketika nilai-nilai yang diajarkan di rumah selaras dengan pembiasaan yang diterapkan di madrasah, proses pembentukan karakter dan kesiapan belajar anak akan berlangsung lebih optimal. Oleh karena itu, kolaborasi antara ayah, ibu, dan guru menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif bagi anak.

Melalui kegiatan ini, IAI Diniyyah Pekanbaru berharap masyarakat semakin menyadari bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga ditentukan oleh kualitas pengasuhan di rumah. Seminar parenting ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi pengasuhan, memperkuat ketahanan keluarga, serta mendukung lahirnya generasi yang berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sekaligus mempertegas komitmen IAI Diniyyah Pekanbaru dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan keluarga dan psikologi perkembangan anak.

Berita Lainnya

Index