RAKERPROV KONI RIAU DEADLOCK

KONI Pusat Ancam Bentuk Karateker Jika Musorprov KONI Riau Tak Kunjung Digelar

KONI Pusat Ancam Bentuk Karateker Jika Musorprov KONI Riau Tak Kunjung Digelar

PEKANBARU, celotehriau.com – Rapat Kerja Provinsi Rakerprov Komite Olahraga Nasional Indonesia KONI Riau yang digelar selama dua hari di Hotel Mutiara Merdeka, 15-16 Juli 2026, berakhir deadlock. Forum gagal mengambil keputusan penting, termasuk penetapan jadwal Musyawarah Olahraga Provinsi Musorprov.

Kebuntuan dipicu perbedaan pendapat terkait keabsahan Tim Penjaringan dan Penyaringan TPP calon Ketua Umum KONI Riau periode 2026-2030.

Sidang pleno yang dipimpin Wakil Ketua I KONI Riau Khairul Fahmi bahkan belum sempat membahas agenda utama. Perdebatan langsung meledak sejak awal sidang.

Sebagian peserta meminta TPP yang dibentuk pada Rakerprov 2025 tetap disahkan. TPP itu sebelumnya telah memverifikasi dua bakal calon Ketua Umum, Edi Basri dan Iskandar Hoesin, yang masing-masing mengantongi dukungan minimal 4 KONI kabupaten/kota dan 18 cabang olahraga.

Namun pihak lain menolak. Mereka berdalil SK TPP lama sudah dicabut pasca perpanjangan masa kepengurusan oleh KONI Pusat. Selain itu, sejumlah anggota TPP lama juga sudah tidak lagi menjabat di KONI daerah maupun Pengprov cabor.

"Anggota TPP lama sudah tidak menjabat lagi. Masa ketua KONI Kota Pekanbaru, ketua Pengprov Bowling, dan pengurus Pengprov Panjat Tebing sudah habis. Tidak mungkin mereka dipaksakan lagi," tegas Khairul Fahmi.

Menurut Fahmi, TPP baru harus dibentuk dengan komposisi 2 orang dari unsur KONI Riau, 1 dari KONI kabupaten/kota, dan 2 dari Pengprov cabor sesuai aturan yang berlaku.

Wakil Ketua II KONI Pusat Mayjen TNI Purn Soedarmo membenarkan Rakerprov tidak menghasilkan keputusan apapun. Akibatnya, Musorprov belum bisa dilaksanakan.

"Musorprov harus berdasarkan keputusan Rakerprov. Karena tidak diputuskan, maka Musorprov belum bisa jalan," ujar Soedarmo.

Ia mengingatkan, masa jabatan pengurus KONI Riau saat ini hanya tersisa sekitar dua bulan. Jika hingga batas waktu tidak ada penyelesaian, KONI Pusat akan mengambil alih dan membentuk tim karateker.

"Selama sisa waktu, pengurus tetap diminta fokus menjalankan pembinaan cabang olahraga," katanya.

Rakerprov resmi dibuka Pelaksana Tugas Gubernur Riau melalui Kepala Dispora Riau Yurnalis Basri. Namun agenda utama forum urung terlaksana karena tarik ulur internal terkait TPP. (***/CR8)

Berita Lainnya

Index