PEKANBARU (celotehriau.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatra mencapai 1.031, Senin (10/8/2026). Dari total tersebut, Provinsi Riau menyumbang 106 titik yang tersebar di sepuluh kabupaten dan kota.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella R. Adelia, menyatakan bahwa sebaran titik panas di Riau didominasi oleh Kabupaten Indragiri Hulu. Daerah ini mencatatkan angka tertinggi dengan 66 titik panas.
"Total titik panas wilayah Sumatera tercatat 1.031 titik. Untuk Riau sendiri ada 106 titik, dengan Indragiri Hulu sebagai penyumbang terbanyak," ujar Bella.
Selain Indragiri Hulu, sebaran titik panas di Riau juga terpantau di Kabupaten Bengkalis sebanyak 17 titik dan Kota Dumai sebanyak 6 titik. Kabupaten Rokan Hilir mencatatkan 6 titik, sementara Indragiri Hilir memiliki 5 titik.
Daerah lain di Riau yang turut menyumbang hotspot meliputi Kampar (2 titik), serta Kepulauan Meranti, Pelalawan, Rokan Hulu, dan Siak yang masing-masing mencatatkan 1 titik. Konsentrasi titik panas di Indragiri Hulu menjadi perhatian khusus mengingat jumlahnya melebihi separuh total hotspot di Riau.
Terbanyak di Sumatera Selatan
Di tingkat regional Sumatra, provinsi Sumatera Selatan mencatatkan jumlah titik panas tertinggi dengan 371 titik. Posisi kedua ditempati Bangka Belitung dengan 160 titik, disusul Lampung (126 titik) dan Riau (106 titik).
Sementara itu, provinsi lain di Sumatra mencatat angka cukup signifikan. Jambi memiliki 93 titik, Sumatera Utara 53 titik, Bengkulu 26 titik, Sumatera Barat 10 titik, Aceh 4 titik, dan Kepulauan Riau 82 titik.
Tingginya jumlah hotspot di Sumsel dan Babel turut berkontribusi signifikan terhadap total sebaran di pulau ini.
Terkait kondisi cuaca pendukung, BMKG Pekanbaru memprakirakan suhu udara di Riau berkisar antara 23,0 hingga 34,0 derajat Celsius. Kelembapan udara berada pada rentang 50 hingga 99 persen, dengan angin bertiup dari arah Tenggara hingga Barat Daya berkecepatan 10–30 km/jam.
Kondisi gelombang laut di perairan Provinsi Riau juga diprakirakan masih dalam kategori rendah. Tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter, sehingga tidak menjadi hambatan signifikan bagi aktivitas pelayaran maupun operasi pemadaman jika diperlukan.
