PEKANBARU (celotehriau.com) - Ribuan siswa di Pekanbaru terlihat tetap datang ke sekolah pada Senin (24/8/2026) pagi meski Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan pembelajaran daring (dalam jaringan).
Kebijakan meniadakan belajar di Sekolah ini akibat kondisi udara di Kota Pekanbaru terpantau berada pada kategori Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat, dengan nilai berkisar antara 170,2 µg/m³ hingga 235,7 µg/m³.
Kebijakan meliburkan belajar di sekolah tertuang melalui Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran Akibat Penurunan Kualitas Udara di Kota Pekanbaru, Ahad (23/8/2026) dan baru beredar di tengah masyarakat pada Senin pagi.
Akibatnya, banyak orang tua dan siswa terlambat mendapatkan informasi. Sebagian besar pelajar terlanjur datang ke sekolah.
Seperti yang terpantau di sekitaran Panam. Para siswa terlihat tiba di sekolah seperti biasa. Ketika tiba di gerbang mereka diminta putar balik. "Tak tahu kalau sekolah diliburkan hari ini, tadi ketika sampai di sekolah pak guru mengatakan belajarnya di rumah saja," ujar salah seorang siswa SMPN 42 Pekanbaru.
Hal serupa juga terlihat di SDN 191 di Jalan Purwodadi, Panam. Sejumlah siswa datang diantarkan orang tua ke sekolah dan harus kembali pulang setelah guru yang menyambut di gerbang menyampaikan pengumuman sekolah diliburkan.
Sebelumnya Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru melakukan penyesuaian kegiatan pembelajaran menyusul menurunnya kualitas udara di Kota Pekanbaru.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Ahad (23/8/2026) mulai pukul 17.00 WIB hingga 21.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Kota Pekanbaru terpantau berada pada kategori Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat, dengan nilai berkisar antara 170,2 µg/m³ hingga 235,7 µg/m³.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menerbitkan Surat Edaran tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran Akibat Penurunan Kualitas Udara di Kota Pekanbaru.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, khusus Senin (24/8/2026), kegiatan pembelajaran PAUD/TK, SD, dan SMP negeri maupun swasta dilaksanakan secara daring dari rumah.
“Anak-anak tidak diliburkan. Proses belajar tetap berjalan, tetapi dilaksanakan secara daring dari rumah. Kebijakan ini kita ambil untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik dari paparan kabut asap,” ujar Abdul Jamal.
Selama pembelajaran daring, peserta didik tidak perlu datang ke sekolah maupun mengikuti kegiatan sekolah lainnya yang mengharuskan kehadiran secara langsung. Pihak sekolah juga diminta memberikan pembelajaran secara sederhana, efektif, dan tidak membebani peserta didik.
Abdul Jamal meminta orang tua dan wali ikut memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah dan tidak bermain maupun melakukan aktivitas di luar rumah.
“Jangan sampai karena tidak datang ke sekolah, anak-anak justru bermain di luar rumah. Kami minta orang tua menjaga anak-anak tetap di rumah. Kalau memang ada keperluan mendesak untuk keluar, gunakan masker,” katanya.
Sementara itu, kepada satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama maupun kementerian/lembaga lainnya di Kota Pekanbaru, Dinas Pendidikan mengimbau agar dapat menyesuaikan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan tetap memperhatikan kondisi kualitas udara serta kesehatan dan keselamatan peserta didik.
Meski belajar dari rumah, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada satuan pendidikan penerima tetap disalurkan kepada peserta didik.
Pihak sekolah diminta menghubungi orang tua atau wali untuk mengambil MBG di sekolah. Pengambilan dilakukan oleh orang tua atau wali dan bukan oleh peserta didik.
“MBG tetap diberikan kepada anak-anak. Pihak sekolah agar menghubungi orang tua atau wali untuk mengambilnya ke sekolah. Jadi anak-anak tetap berada di rumah dan MBG tetap bisa mereka konsumsi,” jelas Abdul Jamal.
Ia menegaskan, kebijakan belajar daring tersebut berlaku khusus untuk Senin (24/8/2026). Pelaksanaan pembelajaran pada hari berikutnya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi kualitas udara berdasarkan informasi BMKG dan instansi terkait.
“Kita akan melihat perkembangan kondisi kualitas udara. Untuk kegiatan belajar hari berikutnya akan kita sesuaikan berdasarkan informasi BMKG dan instansi terkait. Mudah-mudahan kondisi udara segera membaik sehingga anak-anak dapat kembali belajar di sekolah dengan aman dan nyaman,” tutup Abdul Jamal.
