Lintas Angkatan Bersatu, 320 Alumni SMPN 10/09 Harapan Raya Reuni dan Gelar Aksi Sosial

Lintas Angkatan Bersatu, 320 Alumni SMPN 10/09 Harapan Raya Reuni dan Gelar Aksi Sosial
320 Alumni SMPN 10/09 Harapan Raya Reuni dan Gelar Aksi Sosial

PEKANBARU, celotehriau.com – Waktu boleh berlalu, kesibukan dan jarak boleh memisahkan. Namun kenangan masa sekolah tetap mampu mempertemukan kembali. Hal itu tergambar dalam Reuni Akbar Ikatan Keluarga Alumni IKA SMPN 10/09 Harapan Raya Pekanbaru yang berlangsung penuh keakraban, Sabtu (30/8/2026). 

Sebanyak 320 alumni dari 14 angkatan, mulai angkatan 1983 hingga 1999, hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka datang dari berbagai daerah di Riau, Sumatera Barat, hingga luar negeri. Bahkan, alumni yang berdomisili di Malaysia turut hadir untuk merasakan kembali kehangatan kebersamaan bersama teman-teman seperjuangan.

Reuni semakin istimewa karena dihadiri 13 orang guru yang pernah mengajar para alumni. Kehadiran para guru menjadi momen paling berkesan. Ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan alumni atas jasa para pendidik yang telah membimbing mereka puluhan tahun silam.

Tak hanya dari berbagai daerah, sejumlah alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang juga hadir. Salah satunya AKBP Irnanda Oktora, S.I.K., M.I.K., alumni angkatan 1995, yang datang dari Jakarta.

Bukan Sekadar Reuni, Tapi Kembali Menjadi Anak SMP

Reuni akbar diawali dengan senam bersama dan ice breaking. Acara dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan utama.

Doa pembuka dipandu Kepala Kantor Kemenag Kampar, Dr. H. Erizon Efendi, http://S.Ag., http://M.Pd., alumni angkatan 1987.

Selanjutnya, acara diisi sambutan Ketua Panitia Royan Raharjo, alumni angkatan 1994, sambutan Ketua IKA Azwita, S.H., M.H., serta arahan Penasihat IKA, Danramil 07 Kuantan Hilir Kapten Inf. Yunasri, alumni angkatan 1985.

Dalam pesannya, Kapten Inf. Yunasri mengingatkan reuni bukan tempat untuk menunjukkan jabatan, status sosial, maupun pencapaian.

"Makna reuni ini bukan sekadar ajang pamer pencapaian. Bukan juga tempat adu kekuatan. Di sini kita lepaskan jabatan dan status sosial. Kita kembali menjadi anak SMP yang memiliki kenangan dan cerita indah. Mari bernostalgia," pungkasnya.

Pesan tersebut menjadi ruh utama kegiatan. Para alumni diajak meninggalkan sejenak atribut dan kesibukan untuk kembali mengenang masa sekolah.

Kisah Alumni yang Pernah Tinggal Kelas hingga Sukses

Sesi yang paling menarik perhatian adalah kesan dan pesan dari perwakilan alumni. Penyampaiannya dilakukan Diski, S.E., alumni angkatan 1996, yang kini menjadi Anggota DPRD Provinsi Riau Dapil Kabupaten Kampar.

Diski mencairkan suasana melalui cerita masa sekolah yang mengundang tawa. Salah satu kisahnya adalah pengalaman pernah tinggal kelas. Namun hal itu tidak menjadi alasan untuk berhenti mengejar cita-cita.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa masa lalu bukanlah batas untuk meraih kesuksesan. Kisah ini menjadi pesan bagi para alumni dan generasi muda bahwa perjalanan hidup tidak selalu lurus. Kegagalan di masa lalu bukan akhir dari perjuangan.

Semarak HUT RI, Puluhan Doorprize Dibagikan

Reuni akbar ini dirangkai dengan syukuran enam tahun berdirinya IKA SMPN 10/09. Sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Berbagai perlombaan digelar, baik antarangkatan maupun perorangan. Suasana semakin meriah dengan pembagian puluhan doorprize.

Tercatat ada 50 hadiah. Satu hadiah utama berupa mesin cuci dan 49 doorprize lainnya berupa kompor gas, kipas angin, magic warmer, blender, hand mixer, setrika, dan senter emergency. Mesin cuci sebagai doorprize utama diserahkan Diski, S.E., alumni angkatan 1996.

IKA Hadirkan Kepedulian Sosial

Semangat kebersamaan juga diwujudkan melalui kegiatan sosial. Keluarga besar IKA memberikan donasi kepada 11 anak yatim piatu. Masing-masing menerima santunan Rp250.000.

Selain itu, peserta mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis CKG dari UPT Puskesmas Tenayan Raya.

Kegiatan ini menunjukkan reuni tidak berhenti pada temu kangen. Reuni juga menjadi ruang untuk berbagi dan memberi manfaat kepada sesama.

Dari sisi pembiayaan, kegiatan bersumber dari iuran angkatan sebesar Rp20,95 juta dan donasi Rp24,65 juta. Total dana yang terkumpul mencapai Rp45,65 juta.

45 Voucher Umrah Turut Meriahkan Reuni

Hal menarik lainnya, alumni yang kini menjadi pimpinan travel umrah memberikan dukungan berupa 45 voucher umrah. Total nilai voucher mencapai Rp54,5 juta.

Dukungan tersebut menjadi bentuk kebersamaan alumni dalam menyukseskan reuni sekaligus memberikan apresiasi kepada sesama keluarga besar IKA.

Azwita Kembali Pimpin IKA

Momentum reuni juga dimanfaatkan untuk pemilihan Ketua IKA dan kepengurusan baru. 

Berdasarkan hasil pemungutan suara, Azwita, S.H., M.H., kembali dipercaya menjadi Ketua IKA SMPN 10/09 Harapan Raya Pekanbaru periode 2026-2031.

Kepercayaan ini menjadi amanah bagi Azwita untuk melanjutkan program organisasi dan memperkuat komunikasi alumni lintas angkatan.

Dengan kepengurusan baru, IKA diharapkan semakin solid. IKA tidak hanya menjadi wadah temu alumni, tetapi juga melahirkan kegiatan sosial, kesehatan, keagamaan, dan kemasyarakatan.

Dari Kenangan Menjadi Kekuatan

Reuni Akbar IKA SMPN 10/09 Harapan Raya bukan hanya tentang bertemu teman lama. Kegiatan ini menjadi perjalanan kembali ke masa lalu untuk mengenang guru, persahabatan, perjuangan, dan cerita yang membentuk kehidupan para alumni.

Dari angkatan 1983 hingga 1999, ratusan alumni membuktikan bahwa perbedaan profesi, jabatan, status sosial, dan jarak tidak mampu memutus tali persaudaraan yang terbangun sejak bangku sekolah.

Panitia dan keluarga besar IKA menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru, Penasihat IKA, donatur, sponsor, pihak CKG, dan seluruh alumni lintas angkatan yang telah menyukseskan kegiatan.

Reuni ini menjadi pengingat bahwa ada satu tempat di masa lalu yang selalu membuat siapa pun tersenyum: sekolah dan sahabat yang pernah tumbuh bersama.(***/CR8) 

 

Berita Lainnya

Index