PEKANBARU (celotehriau.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru saat ini terus melakukan perbaikan drainase di sejumlah titik. Drainase ini nantinya berfungsi untuk menampung debit air hujan agar tidak terjadi banjir.
Apalagi, akhir tahun biasanya sudah memasuki musim hujan. Untuk itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pekanbaru mendorong percepatan pembangunan drainase.
Ketua Komisi IV DPRS Pekanbaru Eois menilai, sejauh ini pembangunan drainase di sejumlah lokasi sudah dilakukan dengan metode yang lebih serius. Terbukti, di beberapa titik sudah menggunakan alat berat.
Kata Rois, di beberapa titik di Jalan Dharma Bakti, Jalan Paus dan kawasan Jalan Sri Kandi sebagai contoh pekerjaan yang dinilainya cukup baik.
"Ada beberapa titik di Jalan Dharma Bakti, pekerjaannya bukan manual, tetapi menggunakan alat berat," kata Rois, Sabtu (10/10/2026).
Selain itu, kata dia, hal yang sama juga dilakukan di Jalan Paus. Kemudian beberapa titik di Jalan Sri Kandi. "Penanganannya keren dan memang sesuai standar," kata Rois.
Politisi PKS ini menyebut, penggunaan alat berat dalam pengerjaan drainase menjadi perubahan penting. Kata dia, selama bertahun-tahun, sejumlah ruas jalan yang semestinya ditangani dengan metode tersebut justru belum mendapat penanganan maksimal.
"Kalau Pekanbaru semua ruas jalan, drainasenya, pekerjaannya menggunakan cara seperti itu, kayaknya masalah banjir bisa jauh berkurang," kata Rois.
Diakuinya, saat ini memang masih ada sejumlah kebutuhan masyarakat yang belum seluruhnya dapat dipenuhi, termasuk persoalan jalan dan infrastruktur di beberapa kawasan. Namun, respons Pemko Pekanbaru terhadap laporan masyarakat saat ini juga sudah semakin cepat.
"Masih ada. Tetapi Pemerintah Pekanbaru sekarang fast response. Ketika ada laporan dari masyarakat dan kita turun ke sana, kemudian kita sampaikan kepada dinas terkait maupun kabidnya langsung, biasanya yang bersangkutan segera turun dan diagendakan," jelas Rois.
Ia menjelaskan, tidak semua persoalan dapat langsung diselesaikan pada hari atau bulan yang sama. Kata dia, Pemko biasanya memasukkan laporan tersebut ke dalam agenda pekerjaan berikutnya.
"Mungkin tidak bisa dikerjakan hari itu, saat itu, bulan ini, tetapi biasanya akan dijadwalkan untuk pekerjaan bulan ataupun agenda berikutnya. Itu yang saya rasakan dan saya lihat dalam tahun ini," paparnya.
