Gubri Minta Pemkab Awasi Orang Masuk, dan Tutup Tempat Hiburan

Selasa, 24 Maret 2020 - 06:18:20 WIB Cetak

Gubri Syamsuar dalam rapat Senin (23/3/2020).

CELOTEH RIAU.COM(PEKANBARU)- Mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19) di Provinsi Riau. Gubernur Riau, Syamsuar meminta para bupati dan Walikota se-Riau mengawasi ketat akses masuk ke bumi lancang kuning.

Agar pencegahan ini dapat berhasil, Gubri meminta Pemkab dan Kota melakukan sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

''Kami menghimbau Bupati dan Walikota, dapat memperketat pengawasan orang masuk dari luar dan dalam negeri,'' harap Gubri.

Mantan Bupati Siak ini, juga mengharapkan agar para Bupati dan Walikota dapat tegas menutup tempat-tempat hiburan dan kafe, rumah makan hingga warnet agar tutup.

''Kami berharap himbauan ini dilakukan, sebab di Senin (23/3/2020) ini, sudah ada 193 orang dalam pengawasan (ODP). Kemudian, yang berstatus terduga atau pasien dalam pengawasan (PDP) ada 51 orang yang dirawat di rumah sakit di sejumlah daerah,'' kata Gubri.

Kepada seluruh Bupati dan Walikota, Gubri mengatakan, untuk mencegah penyebaran, pihaknya sangat membutuhkan dukungan bupati dan wali kota berkenaan tempat hiburan rumah makan termasuk kafe harus jadi perhatian kita semua.

''Karena sampai saat ini masih ada yang ngumpul,'' kata Gubri, saat video confrence dengan Bupati dan Walikota di Pekanbaru, Senin (23/3/2020).

Syamsuar menegaskan, tujuan penutupan sementara sejumlah tempat hiburan dinilai penting agar bisa menjaga jarak (social distancing) guna memutus mata rantai penularan virus corona.

''Menurut laporan yang saya terima. Karena diliburkannya sejumlah sekolah-sekolah justru dimanfaatkan anak-anak berkumpul di warnet dari siang sampai malam. Kami butuh kesabaran ekstra karena ada masyarakat abai masalah ini,'' katanya.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengatakan, dengan kondisi yang terjadi sekarang ini, Riau butuh ketegasan seorang pemimpin serius dalam penanggulangan corona.

''Harus diingat bahwa keselamatan bangsa adalah hukum tertinggi yang harus dilakukan. Karena untuk memutus mata rantai virus corona tidak bisa dilakukan hanya satu orang, satu kelompok, satu pihak saja,''' kata Kapolda Riau.



Baca Juga Topik #kesehatan+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+