Disiplin Latihan dan Kompetisi  Faktor Penunjang Menjadi  Pemain Profesional 

Kamis, 10 September 2020 - 19:43:57 WIB Cetak

Ketua Askot, Waka Askot PSSI Pekanbaru , para pelatih SSB dan pelatih timnas U-16 Bima Sakti foto bersama usai FGD.(celotehriau.com/yw)

CELOTEH RIAU--Latihan secara disiplin dan kompetisi menjadi salahsatu faktor penunjang pemain muda menjadi pemain profesional.

Hal itu ditegaskan pelatih timnas U-16 Bima Sakti Tukiman dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan pelatih-pelatih Sekolah Sepak Bola di Pekanbaru, di Sekretariat Askot PSSI Pekanbaru, Jalan Pattimura 40, Kamis (10/2020).

"Disiplin Latihan dan Kompetisi menjadi kunci.Namun untuk menjadi pemain profesional juga harus didukung faktor pendukung.Yakni, pelatih berkualitas, pemain berkualitas, sarana prasarana sesuai standar FIFA, organisasi yang baik atau sehat, sumber dana yang jelas, kompetisi yang teratur sesuai yang ditetapkan federasi,"  jelas Bima Sakti.

Arti pelatih juga harus meng-upgrade ilmunya sehingga sesuai dengan filosofi sepakbola yang sudah diterapkan federasi."Para pelatih jangan puas dengan lisensi yang ada sekarang, kalau memang sudah sesuai regulasi dan memenuhi syarat untuk ikut, ya harus ikut," kata Bima.

Jadi dengan banyaknya pelatih berkualitas.Karena dari pelatih yang baik dannbaguslah akan melahirkan pemain- pemain yang baik dan berkualitas.

"Pelatih bukan saja mengajarkan tehnik , taktik tapi juga menjadi psikolog anak didiknya ketika tampil dibawah form," sebutnya seraya menceritakan pengalaman pribadinya sejak kecil sampai meretas mimpi-mimpinya menjadi pemain profesional, timnas dan terjun menjadi pelatih timnas U-16.

Bima Sakti berharap dari Pekanbaru lahir pemain-pemain muda  profesional yang bisa menembus skuad Garuda. "Dan dari semua itu yang terpenting ketika jadi pemain atau pelatih  adalah kejujuran," kata Bima yang memberikan hadiah Jersey tim nasional  kepada salahsatu peserta usai FGD.

Jadi dari pertemuan hari ini, Bima Sakti  menyimpulkan untuk menjadi pemain profesional,  pelatih  patut menyadari sembilan poin.Yakni, kompetisi usia muda bukan mencari juara, kompetisi usia muda sebagai ruang belajar, pemain usia muda harus menikmati proses belajar tidak dalam tekanan berlebihan, menghindari cacian berlebihan jika kalah, hindari pujian berlebihan jika menang, mendorong pemain berbuat salah untuk berkembang, kompetisi dilakukan berbasis akhir pekan, durasi kompetis panjang dan terakhir selalu mengedepankan sportifitas.

Dalam pada itu, Ketua Askot PSSI Kota Pekanbaru Edwar Riansyah SE MM yang  mengucapkan terimakasih atas sharing ilmu yang diberikan pelatih timnas U-16 Bima Sakti.

"Terimakasih mas Bima atas ilmu dan pengalaman yang sudah diberikan kepada pelatih SSB di Pekanbaru," kata pria yang akrab disapa Edu ini.

Harapan Askot PSSI Pekanbaru, apa yang sudah disampaikan Bima  Sakti bisa dimplementasikan para pelatih di sekolah sepak bola.

"Askot PSSI Pekanbaru berharap para pelatih memiliki visi misi yang sama untuk mengejar mimpi dari asosiasi untuk mencetak para pemain muda usia yang handal dapat bermain sepakbola pada top level," jelasnya.

Bahkan,  untuk meretas mimpi -mimpi tersebut Askot PSSI Pekanbaru sudah melakukan penjajakan kerjasama dengan beberapa akademi. Seperti Persija Jakarta, PSIS Semarang dan PSS Sleman.

Senada, Wakil Ketua Askot PSSI Pekanbaru Roni Saputra SH menyebutkan asosiasi memiliki mimpi besar untuk sepakbola Pekanbaru dan Riau umumnya."Mengulangi apa kata ketua, Juara Porprov adalah sasaran antara, goalnya adalah mencetak pemain muda untuk bisa bersaing  dan bermain di Liga 1, liga 2 ataupun tim nasional," tegasnya .

Dalam kesempatan itu,  Exco Askot PSSI Pekanbaru Miskardi SPd  juga mempresentasikan rencana besar mencetak pemain muda usia yang profesional dan handal.Dimana Askot PSSI Pekanbaru bakal menggelar workshop bagi para pelatih dengan menghadirkan direktur academy Persija Jakarta Ganesha Putra, Direktur academy PSIS Semarang M Ridwan dan direktur academy PSS Sleman Jogjakarta Guntur.

 



Baca Juga Topik #sepakbola+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+