PEKANBARU, celotehriau. com -- Gol heading legiun asing PSPS Pekanbaru asal Jepang Noriki Akada menit ke 73 menjadi pembeda laga putaran kedua babak 8 besar Liga 2 Indonesia kontra Persiraja Banda Aceh.
Duel Derby Sumatera di Stadion Kaharussin Nasution Rumbai, Selasa (11/2/2025) malam , sarat gengsi dan ketat. Karena pertandingan ini menjadi laga penentu bagi kedua tim untuk mengamankan posisi 4 besar.
Kemenangan ini membuat PSPS Pekanbaru mengantongi poin 9 angka. Sama dengan PSIM Jogjakarta sang pemuncak klasemen sementara grup X yang baru akan bermain ke Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (12/2/2025).
"Alhamdulillah, pada laga penentu ini PSPS berhasil meraih kemenangan. Ini sangat penting bagi kita untuk mengunci peluang PSPS melaju ke babak semifinal via jalur runner up grup, " kata Aji Santoso.
Kemenangan ini juga diharapkan menjadi modal bagi PSPS melakoni laga terakhir babak 8 besar grup X di Jogjakarta pada 17 Februari 2025 mendatang.
"Semoga penampilan Maman Abdul Rahman dan kawan-kawan terus membaik. Minimal nanti bisa meraih satu poin atau meraih kemenangan untuk lolos langsung, " pungkasnya.
Dalam pada itu, pelatih Persiraja Akhyar Ilyas mengucapkan selamat kepada PSPS atas kemenangan nya pada malam ini. Namun ia mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasiat yang dianggap merugikan timnya.
"Setelah saya melihat tayangan ulang video, setidaknya ada tiga penalti yang tak diberikan wasit. ini harus menjadi evaluasi bagi PSSI karena ini pertandingan penting. Persiraja dan PSPS bermain bagus, sejak awal bermain ngotot dan ketat. Namun sayang dirusak oleh wasit. "
"Selamat untuk PSPS dan mohon maaf kepada masyarakat Aceh kami tidak mampu memberikan kemenangan di Pekanbaru, " timpal M Riski yang mendampingi jumpa pers usai laga.
Jalannya Pertandingan
Disaksikan sekitar 15.835 penonton yang memadati stadion, Ilham Fathoni dan kawan-kawan langsung tampil menyerang mengurung pertahanan Persiraja yang dikomandoi Alivio Fereira SantosSantos.
Tim Lantak Laju yang memiliki pemain -pemain sayap yang mempuni seperti Miftahul Hamdi sesekali melakukan serangan balik yang berbahaya.
Bahkan, dua kali pemain Persiraja sempat dijatuhkan dalam kota 16 meter. Beruntung wasit tidak memberikan hadiah penalti. Keputusan ini memicu protes keras dari kubu Persiraja. Namun sampai turun minum kedua tim bermain dengan skor kacamata 0-0.
Usai restart, PSPS yang mematok target tiga poin kembali tampil menekan. Lerby Aliandry masuk menggantikan Ilham Fathoni untuk menambah daya gedor serangan.
Terbukti, sejumlah peluang didapat skuad Askar Bertuah. Salah satunya berbuah gol melalui set piece. Tendangan bebas Muhammad Fardan mampu dikonversikan Noriki Akada menjadi pembeda laga.
Tandukan keras nan akurat Noriki Akada. meluncur deras ke gawang Persiraja tanpa mampu dihalau kiper Mariyo Fabiyo Londok.
Defisit satu gol membuat, Persiraja mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan dengan melakukan pergantian sejumlah pemain.
Namun, solidnya pertahanan Askar Bertuah yang dikordinir kapten kapten Maman Abdurahman mampu mengamankan setiap jengkal pertahanan PSPS
Namun kemenangan PSPS Pekanbaru harus dibayar mahal, karena menjelang pertandingan berakhir Erlangga Setyo Dwi, yang mencoba mengulur waktu di dalam kotak penalti, di espulso wasit Amri Nurhadi pada menit ke-86. Hal ini sempat membuat PSPS harus bermain dengan 10 pemain di menit-menit krusial.
Kendati demikikan, Persiraja yang unggul jumlah pemain gagal mencetak gol penyeimbang. Karena sampai akhir 7 menit tambahan waktu yang diberikan wasit, PSPS tetap unggul 1-0 dan memperkokoh peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi 9 poin, sama dengan PSIM Yogyakarta, tetapi kalah selisih gol.
Sementara itu, Persiraja Banda Aceh baru mengumpulkan 6 poin dan harus berjuang di laga terakhir melawan Deltras Sidoarjo untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.
Ya, pada laga Derby Sumatera penentu 8 besar Liga 2 ini wasit Amri Jadi harus bekerja ekstra. Total ada sembilan kartu kuning dan satu kartu merah keluar dari sakunya.***
Susunan Pemain
PSPS Pekanbaru
Erlangga (PG), Iman Fathurahman, Maman Abdurrahman (c), Birrul, Fardan (B), Noriki, Aulia Ramadhan, Ichsan Qodir, Sadewa, (T) Ilham Fathoni/ Lerby , Kusyhedia /Ilham Sjafri Noor
Coach : Aji Santoso
Persiraja Banda Aceh
Mario Londok (PG), Alivia Santos, M Fairuzzi, Ramadhon, Indra Rianto ,Habil (B), M Riski, Adam Maulana, Yusuf (c) ff, Hamdi , Corfe (D)