UFC 254: KHABIB VS GAETHJE

Janji untuk Ibu dan Jalan Pulang Khabib yang Penuh Haru

Senin, 26 Oktober 2020 - 09:47:49 WIB Cetak

CELOTEHRIAU--Nurmagomedov telah mengambil keputusan untuk pensiun dari arena UFC dan MMA. Keputusan yang sulit untuk diganggu gugat lantaran datang dari dimensi yang jauh di atas aspek olahraga.

Khabib menyatakan bahwa kemenangan atas Justin Gaethje di UFC 254 merupakan laga terakhirnya di dunia mixed martial arts (MMA). Khabib mengaku tak bisa berada di dunia MMA tanpa kehadiran sang ayah. Khabib memutuskan pensiun. Selesai.

Keputusan Khabib untuk pensiun mengejutkan banyak orang. Jauh lebih mengejutkan dari cara dan keberhasilan Khabib menjinakkan Gaethje di ronde kedua lewat triangle choke.

Meski Khabib sudah sering memberi isyarat pensiun dalam waktu dekat, namun pemikiran orang-orang tidak dalam tempo secepat ini. Setidaknya, banyak yang masih berharap Khabib bertarung di 2021, entah menghadapi Georges St-Pierre, rematch lawan Conor McGregor, atau malah Tony Ferguson.

Khabib mengaku tidak bisa berada di dunia MMA dan UFC tanpa kehadiran sang ayah. Kalimat itu tentu tidak bisa diterjemahkan mentah-mentah bahwa Khabib takut tak lagi mampu mempertahankan status tak terkalahkan.

Khabib memang lahir dari tangan dingin Abdulmanap Nurmagomedov. Ia ditempa sejak kecil dan tak mendapat perlakuan istimewa sebagai anak. Khabib seperti halnya murid-murid Abdulmanap lain, digembleng dengan keras agar bisa jadi atlet level elite.

Meski lahir dari tangan dingin Abdulmanap, Khabib saat ini adalah 'produk' yang sudah jadi. Ia bukan lagi petarung dalam tahap perkembangan. Khabib sudah menyerap semua ilmu yang diajarkan oleh Abdulmanap.

Keinginan Khabib untuk pensiun bukan perkara aspek teknis di octagon, melainkan lebih tentang perasaan dan gairah yang ia rasakan. Pensiun Khabib berhubungan tentang dirinya dalam bingkai seorang manusia utuh, bukan sekadar petarung yang selalu berani mati bergulat dan tukar pukulan.

Khabib telah berjanji pada sang Ibu bahwa laga lawan Gaethje adalah laga terakhir. Khabib menegaskan bakal memegang janji yang telah diucapkan.

Janji yang ditepati dari anak pada orang tua, tentu jauh lebih mulia dibandingkan sabuk juara apapun yang ada di dunia.


Penegasan Terakhir Khabib di UF

Setelah Abdulmanap Nurmagomedov meninggal dunia pada 3 Juli, banyak yang meragukan bahwa Khabib bakal kembali untuk waktu yang cepat ke octagon. Bos UFC Dana White bahkan memberikan kelonggaran bagi Khabib untuk menjalani masa berduka tanpa buru-buru membahas kelanjutan karier Khabib.

White dan banyak orang tahu kedekatan Khabib dengan Abdulmanap. Karena itu kemudian banyak rumor bermunculan yang menyebut Khabib tidak akan bisa langsung bertarung di pengujung tahun 2020.

Namun ternyata Khabib bersedia bertarung pada Oktober, tiga bulan setelah sang ayah meninggal. Itu berarti Khabib sudah harus masuk pemusatan pelatihan pada Agustus, satu bulan usai Abdulmanap meninggal.

Persiapan tidak berjalan lancar. Pasalnya, Khabib harus meyakinkan sang ibu untuk memberinya izin bertarung di UFC 254. Khabib mengaku harus tiga hari untuk meyakinkan sang ibu.

Khabib menjalani masa persiapan dan masa berduka secara bersamaan. Hal tersebut tentu berat namun Khabib sadar ada tugas yang perlu ia lakukan.

Ketika pertarungan bergulir, Khabib sudah benar-benar siap tempur memenangkan pertandingan. Segala kekhawatiran yang diapungkan seiring kehebatan Gaethje menguap di hadapan Khabib.

Khabib seolah menekankan bahwa ia tak hanya piawai dalam hal take down dan grappling. Di ronde pertama, Khabib berani bertukar pukulan dan mayoritas menghabiskan waktu dalam posisi standing fight.

Khabib sempat punya peluang melakukan submission di akhir ronde pertama meski kemudian bel ronde tersebut menolong Gaethje keluar dari tekanan.

Gaethje coba mengganggu Khabib lewat leg kick. Leg kick Gaethje ini jadi bagian paling menyulitkan karena ia terus menggoyang kekuatan kuda-kuda Khabib.

Namun ketika Khabib mendapatkan celah untuk take down, Khabib sukses menjatuhkan Gaethje dan membuatnya terkulai lemas lewat triangle choke. Pertarungan selesai dan Khabib telah membuktikan ia masih yang terhebat di kelas ringan.

Setelah menaklukkan Gaethje di UFC 254, Khabib seolah telah menyelesaikan segala urusannya di dunia UFC dan MMA. Tak ada lagi hal yang mengganjal meskipun sejumlah pertarungan masih diharapkan terjadi, seperti duel terkutuk lawan Tony Ferguson belum juga terwujud, atau duel impian melawan legenda UFC, Georges St-Pierre.

Khabib saat ini punya kuasa penuh untuk mengatur perjalanan di arena MMA. Ketika ia menyatakan berhenti, ia tahu ini adalah waktu yang tepat.

Karena di luar dunia MMA, ada perjalanan lain yang Khabib tak punya kuasa untuk mengaturnya. Yaitu perjalanan hidup dan waktu berharga yang bisa dihabiskan Khabib bersama Ibu.

"Selalu dekat dengan orang tua karena suatu hari kalian tidak pernah tahu apa yang akan terjadi."



Baca Juga Topik #Sport+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+