Nahkodai PSTI Riau, Rudianto Manurung Janji Kembalikan Kejayaan Sepaktakraw Riau 

Nahkodai PSTI Riau, Rudianto Manurung Janji Kembalikan Kejayaan Sepaktakraw Riau 
Ketua PSTI Riau Rudianto Manurung (baju putih) saat menerima SK dari Sekjend PB PSTI Herman usai pelantikan .Sabtu ( 18/12/2021) malam.

CELOTEHRIAU--- Rudianto Manurung SH MH CLA resmi  menjadi Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Riau dalam masa bakti 2021-2025.

Setelah  Sabtu (18/12/201) malam,dilantik dan dikukuhkan oleh Sekretaris Jendral PSTI Pusat Herman bersama 31 pengurus baru PSTI Riau untuk lima tahun kedepan yang diamanahi mengembalikan prestasi sepaktakraw Riau di tingkat nasional.

Sebelumnya Rudianto terpilih secara aklamasi pada saat PSTI Riau menyelenggarakan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) yang dilaksanakan pada hari Sabtu (02/07/2021) di Kota Pekanbaru.

Rudianto mengaku sejak dulu dirinya memiliki ketertarikan tersendiri terhadap olahraga Sepaktakraw, terlebih lagi olahraga Sepaktakraw merupakan budaya Melayu yang merupakan budaya asli dari Provinsi Riau.

"Oleh sebab itu saya bersyukur dipercaya untuk menjadi ketua PSTI Riau, saya berjanji akan memajukan sepaktakraw Riau untuk mengembalikan kejayaannya," katanya.

Untuk bisa mengembalikan kejayaan Sepaktakraw Riau, hal tersebut tentu tidak bisa diraih dengan hanya menyelenggarakan kompetisi dan juga pembinaan saja.

"Saya mengajak seluruh pengurus yang sudah dilantik untuk bersinergi dan memajukan sepaktakraw," jelas pria yang berprofesi sebagai advokat tersebut.

Senada  Kadispora Riau H Bobby Rachmat SSTP MSi yang mewakili Gubernur Riau berharap sepaktakraw bisa mengembalikan kejayaannya.

"Kalau dulu kita melihat ditelevisi dalam suatu even ditingkat Asia pasti ada salahsatu dari tiga pemainnya berasal dari Riau," kata Bobby.

Karena itulah secara panjang lebar dan gamblang berharap kepengurusan yang baru dilantik dan diisi orang-orang yang memang berasal dari atlet dan pelatih Takraw bisa membuat program pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan untuk meraih prestasi yang lebih baik.

"Saya berharap para pengurus secara selektif mencari dan mencetak bibit atlet. PSTI Riau bisa bersinergi karena ada Cabor sepaktakraw di PPLP dan SMA Olahraga yang merupakan salahsatu pembinaan pemain usia muda," katanya.

Karena sejatinya, kata Boby  dari tingkat pelajar dan juniorlah  bakat-bakat atlet takraw bisa dibentuk menjadi juara ."Juara ditingkat junior adalah cikal bakal untuk mengatrol prestasi di level senior.Artinya dengan pembinaan berjenjang dan berkelanjutan," cetusnya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSTI Pusat, Herman menyampaikan PSTI Riau harus tetap menyelenggarakan kompetisi. Selain itu PSTI Riau harus bercermin dari cabang olahraga lainnya untuk mendapatkan konsep kompetisi yang baik.

"Pembinaan usia muda dan kompetisi harus tetap dilaksanakan untuk menjaring bakat para atlet muda," ujarnya.

Dia mengingatkan untuk meningkatkan prestasi dan meningkatkan organisasi PSTI Riau, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

"Seluruh pengurus provinsi dan kabupaten kota harus kompak dan solid, tujuan kita satu yaitu prestasi yang membanggakan," tegasnya.

Selain harus fokus terhadap kompetisi, pembinaan atlet muda dan juga membangkitkan solidaritas organisasi. PSTI Riau juga harus mengkampanyekan olahraga tanpa doping.

"Kita harus melawan penggunaan doping kepada atlet karena dampaknya sangat buruk bagi kesehatan, dan tanpa doping pasti para atlet akan tampil lebih baik lagi," katanya.

Turut hadir dalam pelantikan itu, Wakil Sekretaris II KONI Riau Sudarman Umar, Ketua Pabersi Sanusi Anwar, Ketua PABSI H Iskandar Hoesin, Sekum PGSI Riau dan sejumlah undangan. 

#Sport

Index

Berita Lainnya

Index