PEKANBARU - Untuk antisipasi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Provinsi Riau kembali menerima bantuan helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (4/7/2024).
Bantuan helikopter water bombing kali ini jenis MI-8 dan sebelumnya Riau juga menerima bantuan helikopter jenis yang sama pada Rabu (3/7/2024).
"Iya, kita kembali menerima bantuan helikopter water bombing jenis MI-8 dari BNPB. Sebelumnya kita juga sudah terima bantuan heli jenis yang sama," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy Afrizal melalui Kepala BPBD Riau melalui Kabid Kedaruratan, Jim Ghafur, Kamis (4/7/2024).
Jim mengatakan, serah terima heli dilaksanakan di Pangkalan Udaran Roesmin Nurjadin (Lanud Rsn). Penyerahan heli dihadiri masing-masing perwakilan dari BNPB, BPBD Riau, Lanud Rsn serta operator dan crew heli.
"Jadi Heli Mi-8 ini diperuntukkan untuk kegiatan Water Bombing dalam hal upaya penanggulangan Karhutla. Muatan bucket (wadah air) yang dibawa bisa memuat 5 ribu liter," sebutnya.
Selain MI-8 beberapa helikopter jenis lainnya yang sudah didatangkan oleh BNPB ke Riau untuk pencegahan dan penanggulangan bencana Karhutla, seperti helikopter jenis Sikorsky dua unit.
"Ada juga helikopter jenis Kamov satu unit. Semua heli jenis ini diperuntukkan untuk misi WB di Riau. Masing-masing juga berkapasitas bucket 5 ribu liter," ujarnya.
Selain itu, ada juga helikopter jenis AS 350 B3A yang lebih awal didatangkan ke Riau. Helikopter Airbus buatan Amerika ini difungsikan untuk misi patroli. Tapi juga bisa difungsikan misi WB meski dalam kapasitas bucket terbatas yakni 800 liter air.
"Jadi total helikopter yang difungsikan untuk penanggulangan dan patroli Karhutla di Riau ada enam unit helikopter," terangnya.
