Konflik AS dan Venezuela Bisa Sebabkan Tekanan di Pasar Keuangan

Konflik AS dan Venezuela Bisa Sebabkan Tekanan di Pasar Keuangan

JAKARTA – Sentimen global, khususnya meningkatnya ketegangan hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela, diperkirakan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan pada awal 2026.

Analis pasar modal sekaligus founder Republik Investor Hendra Wardana menilai isu geopolitik tersebut berpotensi meningkatkan persepsi risiko global.

“Isu penangkapan Presiden Venezuela (Nicolas Maduro) oleh otoritas AS meningkatkan ketegangan geopolitik dan langsung berdampak pada persepsi risiko global,” ujar Hendra dilansir dari Antara.

Menurut Hendra, memburuknya hubungan AS dan Venezuela berpeluang mendorong meningkatnya aversi risiko investor secara global dalam jangka pendek. 

Venezuela diketahui merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, sehingga eskalasi konflik berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi global.

“Kondisi ini mendorong harga minyak bergerak volatile dan cenderung menguat dalam jangka pendek,” ujarnya.

Sekadar informasi, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer negara itu berhasil menangkap dan menyingkirkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dari kekuasaan. Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat.

Trump mengatakan operasi berskala besar itu dilakukan di Venezuela dan berujung pada penangkapan Maduro serta istrinya.

Keduanya disebut telah dikeluarkan dari wilayah Venezuela dalam operasi yang diklaim berlangsung dengan koordinasi aparat penegak hukum AS. Trump tidak merinci detail teknis operasi tersebut.

Berita Lainnya

Index