CR – Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Rabu (17/6/2026) waktu setempat merilis teks resmi nota kesepahaman damai atau memorandum of understanding (MoU) dengan Iran yang sebelumnya telah diumumkan pada akhir pekan lalu. Dokumen tersebut berisi 14 poin yang mencakup berbagai isu yang menjadi dasar penghentian konflik antarkedua negara.
Ke-14 poin yang disetujui Washington dan Teheran pembukaan kembali Selat Hormuz, pelonggaran sejumlah pembatasan ekonomi terhadap Iran, hingga kerangka negosiasi mengenai pengembangan program nuklir Teheran.
Dokumen berjudul “Nota Kesepahaman Islamabad” antara AS dan Iran itu dipublikasikan setelah muncul kritik karena teks perjanjian belum disampaikan kepada publik, dilansir dari CNN.
Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan nota kesepahaman damai tersebut menjadi langkah awal untuk mengakhiri ketegangan dan membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih komprehensif.
“Pada dasarnya ini adalah perjanjian yang memungkinkan kita untuk segera membuka Selat Hormuz, mewajibkan Iran untuk menghancurkan debu nuklir, dan kemudian memberi kita kendali di mana jika Iran meningkatkan perilaku baik mereka, kita akan merespons dengan meningkatkan bantuan ekonomi dan keringanan sanksi yang dapat menjadikan mereka negara yang lebih makmur,” kata pejabat senior AS tersebut.
Nota kesepahaman itu dijadwalkan ditandatangani secara resmi pada Jumat (19/6/2026) di Jenewa, Swiss. Penandatanganan akan memulai periode negosiasi selama 60 hari untuk merumuskan kesepakatan final antara Washington dan Teheran.
Mengutip The Independent, Kamis (18/6/2026), berikut rincian 14 poin yang tercantum dalam nota kesepahaman damai AS-Iran yang telah dikonfirmasi oleh pejabat senior pemerintahan AS kepada awak media.
- Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu mereka dalam perang saat ini, menyatakan pada saat penandatanganan MoU ini penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk Lebanon, dan berjanji mulai sekarang untuk tidak memulai perang atau operasi militer apa pun terhadap satu sama lain dan untuk menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap satu sama lain dan memastikan integritas teritorial dan kedaulatan Lebanon. Kesepakatan akhir akan mengonfirmasi penghentian permanen perang di semua front, termasuk di Lebanon dan ketentuan lain dari paragraf ini.
- AS dan Iran berjanji untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial masing-masing, dan untuk menahan diri dari campur tangan dalam urusan internal masing-masing.
- AS dan Iran berkomitmen untuk bernegosiasi dan mencapai kesepakatan akhir dalam waktu maksimal 60 hari yang dapat diperpanjang dengan persetujuan bersama.
- Segera setelah penandatanganan nota kesepahaman ini, AS akan mulai mencabut blokade angkatan lautnya dan segala gangguan atau hambatan terhadap Republik Islam Iran, dan akan sepenuhnya mengakhiri blokade angkatan laut dalam waktu 30 hari. Selama periode ini, lalu lintas kapal akan sebanding dengan jumlah lalu lintas pra-perang yang dipulihkan oleh Iran. AS selanjutnya berjanji untuk menarik pasukannya dari dekat Republik Islam Iran dalam waktu 30 hari setelah kesepakatan akhir.
- Setelah penandatanganan MoU ini, Iran akan melakukan upaya terbaiknya untuk memastikan kelancaran lalu lintas kapal dagang tanpa biaya selama 60 hari saja dari Teluk Persia ke Laut Oman dan sebaliknya. Lalu lintas kapal dagang akan segera dimulai, dan dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk menghilangkan hambatan teknis dan militer serta pembersihan ranjau oleh Iran akan dilakukan dalam waktu 30 hari. Iran akan melakukan dialog dengan Oman untuk menentukan administrasi dan layanan maritim di masa depan di Selat Hormuz, dalam diskusi dengan negara-negara pesisir Teluk Persia lainnya sesuai dengan hukum internasional yang berlaku dan hak kedaulatan negara-negara pesisir Selat Hormuz.
- AS bersama mitra regionalnya berkomitmen untuk mengembangkan rencana pasti yang disepakati bersama dengan dana minimal USD 300 miliar untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran. Mekanisme pelaksanaan rencana ini akan diselesaikan sebagai bagian dari kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari. Semua lisensi, pengecualian, dan izin yang diperlukan untuk transaksi keuangan terkait akan diberikan oleh AS.
- AS berjanji untuk mengakhiri semua jenis sanksi terhadap Iran, termasuk resolusi Dewan Keamanan PBB, yaitu resolusi Dewan Gubernur IAEA, dan semua sanksi unilateral AS, primer dan sekunder, sesuai jadwal yang disepakati sebagai bagian dari kesepakatan akhir. Iran dan AS mengakui pentingnya isu pengakhiran sanksi yang disebutkan di atas, dan menyatakan niat mereka untuk segera membahas isu-isu ini dalam negosiasi guna mencapai kesepakatan bersama.
- Iran menegaskan kembali tidak akan memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir. AS dan Iran telah sepakat untuk menyelesaikan pembuangan material yang diperkaya yang disimpan sesuai dengan mekanisme yang akan disepakati bersama sesuai dengan jadwal yang disebutkan dalam paragraf tujuh, dengan metodologi minimum berupa pencampuran di tempat di bawah pengawasan badan atom internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA). Kedua pihak juga sepakat untuk membahas masalah pengayaan dan hal-hal lain yang disepakati bersama terkait kebutuhan nuklir Iran, berdasarkan kerangka kerja yang memuaskan yang disepakati dalam kesepakatan akhir. Kesepakatan akhir akan mengkonfirmasi ketentuan paragraf ini, AS dan Iran mengakui pentingnya isu-isu nuklir yang disebutkan di atas dan menyatakan niat mereka untuk segera membahas isu-isu ini dalam negosiasi guna mencapai kesepakatan bersama.
- Sambil menunggu kesepakatan akhir, AS dan Iran sepakat untuk mempertahankan status quo. Republik Islam Iran akan mempertahankan status quo program nuklirnya saat ini di AS, tidak akan menentang sanksi baru apa pun, dan tidak akan mengerahkan pasukan tambahan di kawasan tersebut.
- AS berjanji bahwa segera setelah penandatanganan MoU ini dan hingga penetapan sanksi, Departemen Keuangan AS akan mengeluarkan pengecualian untuk ekspor minyak mentah Iran, produk minyak bumi, dan turunannya, serta semua layanan terkait, termasuk transaksi perbankan, asuransi, transportasi, dan lainnya.
- AS berjanji untuk sepenuhnya menyediakan dana dan aset Iran yang dibekukan atau dibatasi untuk digunakan setelah implementasi MoU ini. AS dan Iran akan saling menyepakati prosedur terkait pelepasan dana ini selama negosiasi. Dana tersebut, baik yang disimpan di rekening asli atau ditransfer, akan sepenuhnya dapat digunakan untuk pembayaran kepada penerima manfaat akhir yang ditunjuk oleh bank sentra Iran. AS berjanji untuk mengeluarkan semua lisensi dan otorisasi yang diperlukan sesuai dengan ketentuan.
- AS dan Iran sepakat mekanisme eksekutif akan dibentuk untuk memantau keberhasilan pelaksanaan nota kesepahaman dan kepatuhan di masa mendatang terhadap kesepakatan akhir.
- Setelah penandatanganan nota kesepahaman dan dengan syarat dimulainya implementasi paragraf 1, 4, 5, 10, dan 11 dari MoU ini, serta berlanjutnya implementasi langkah-langkah tersebut, AS dan Iran akan memulai negosiasi mengenai kesepakatan akhir secara eksklusif pada paragraf-paragraf lainnya.
- Kesepakatan akhir akan disahkan oleh resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengikat.
Sebelumnya, Trump resmi menandatangani dokumen kesepakatan damai (MoU) dengan Iran pada Rabu (17/6/2026) waktu setempat di sela-sela agenda makan malam kenegaraan yang dipandu langsung oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron,
Tidak lama setelah Trump membubuhkan tanda tangannya di Prancis, Presiden Iran Masoud Pezeshkian turut menandatangani dokumen serupa dalam versi bahasa Farsi di Teheran. Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, Kamis (18/6/2026) langsung merilis bukti foto yang memperlihatkan Pezeshkian memegang dokumen 14 poin tersebut dengan tanda tangan kedua kepala negara di bagian bawahnya.
Saling kirim salinan digital dan fisik ini menjadi bukti nyata dokumen kesepakatan damai setebal 800 kata tersebut kini telah resmi sah dan mengikat.
