DALLAS, celotehriau.com - Piala Dunia 2026 yang penuh kejutan di fase grup dan drama di fase gugur akhirnya mencapai klimaks yang sesuai prediksi banyak orang. Empat tim raksasa yang menjadi unggulan utama dari masing-masing bagan, Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina, berhasil melangkah ke babak semifinal.
Prancis akan menantang Spanyol dalam laga sengit di Dallas pada hari Rabu (15/7/2026) dini hari WIB, disusul duel klasik antara Inggris melawan Argentina di Atlanta pada hari Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.
Sementara Prancis melaju dengan relatif mulus, tiga semifinalis lainnya harus berjuang ekstra keras lewat gol-gol krusial di menit-menit akhir untuk bertahan hingga fase ini.
Menjelang empat pertandingan pamungkas yang mendebarkan ini, analis sepak bola dari ESPN, Billy Connelly, Senin (13/7/2026) menyebut dalam pertandingan itu akan selalu muncul satu pertanyaan mendasar yaitu bagaimana taktik dan cara masing-masing tim ini membongkar pertahanan lawan hingga bisa mencetak gol-gol penentu kemenangan?
Prancis terbukti menjadi tim yang paling mematikan dalam skema serangan balik di Piala Dunia kali ini dengan torehan tiga gol dari situasi tersebut. Menariknya, ketiga gol transisi cepat ini selalu lahir ketika Les Bleus sudah unggul 1-0 atas lawan-lawannya.
“Kombinasi mematikan antara umpan matang Adrien Rabiot ke Bradley Barcola saat melawan Senegal, serta kerja sama Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé saat menundukkan Norwegia, menjadi bukti sahih keganasan serangan balik mereka,” tulis Billy Connelly.
Karakteristik menyerang Prancis menurut Billy Connelly memang sangat vertikal dan mengandalkan kecepatan transisi setelah berhasil merebut bola dari lawan. Skema ini terbukti menjadi cara terbaik untuk memaksimalkan potensi Mbappé yang sejauh ini sudah mengemas 8 gol.
Dengan dukungan Dembélé, Barcola, hingga pemain muda seperti Désiré Doué, lini depan Prancis memiliki dinamika menyerang yang sangat hidup dan sulit dihentikan ketika mendapatkan ruang terbuka.
Namun, kejutan terbesar dari skuad asuhan Prancis justru terletak pada sosok Michael Olise. Meski belum mencetak gol dari 17 percobaan tembakan yang dilakukannya, bintang Bayern Munich ini menjadi motor serangan yang luar biasa dengan catatan rata-rata 16 kali membawa bola menusuk ke depan per pertandingan di fase gugur. Olise menjadi pemain fleksibel yang mampu mengisi setiap celah kosong dalam struktur serangan Prancis untuk memanjakan para penyerang sayap mereka.
Pada sisi lain, Spanyol melangkah ke semifinal dengan catatan lini serang yang paling minim di antara kontestan empat besar lainnya, yakni hanya mengemas delapan gol dari enam laga. Produktivitas yang rendah ini tertutupi oleh kokohnya lini pertahanan La Furia Roja yang baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Kendati tampil dominan dan minim kesalahan, Spanyol kerap kesulitan mengunci kemenangan lebih awal, seperti saat mereka baru bisa menumbangkan Portugal dan Belgia lewat gol Mikel Merino di menit-menit akhir pertandingan.
Tantangan terbesar bagi Spanyol saat ini adalah bagaimana memaksimalkan kembali peran Lamine Yamal di lini depan. Pemain berusia 18 tahun ini selalu menjadi fokus utama pertahanan lawan, yang membuatnya sering terisolasi di sisi sayap. Meski mencatatkan statistik impresif dalam memenangkan duel satu lawan satu dan merebut bola, Yamal baru menyumbang satu gol tanpa assist sepanjang turnamen ini karena ruang geraknya yang dikunci ketat oleh bek musuh.
Pertandingan semifinal antara Prancis melawan Spanyol diprediksi akan menjadi duel taktik yang sangat menarik. Spanyol dipastikan tidak akan menerapkan strategi bertahan pasif, melainkan akan meredam agresivitas Prancis dengan mendominasi penguasaan bola demi menjauhkan ancaman dari gawang mereka. Strategi ini bisa menjadi bumerang jika mereka lengah dan meninggalkan ruang kosong di lini belakang, yang justru sangat disukai oleh para pelari cepat Prancis untuk menciptakan petaka.
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Spanyol
Prancis (4-2-3-1): Mike Maignan; Jules Kounde, William Saliba, Dayot Upamecano, Lucas Digne; Adrien Rabiot, Aurelien Tchouameni; Ousmane Dembele, Michael Olise, Desire Doue ; Kylian Mbappe.
Pelatih: Didier Deschamp
Spanyol XI (4-3-3): Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Pedri, Dani Olmo; Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal, Alex Baena.
Pelatih: Luis De La Fuente
