PEKANBARU (celotehriau.com) - Berdasarkan Permenkes Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Tidak Menular, dijelaskan bahwa Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan masyarakat bertanggung jawab menyelenggarakan penanggulangan Penyakait Tidak Menular (PTM) serta akibat yang ditimbulkannya. Masih kurangnya penerapan kebijakan dalam pengendalian PTM, seperti kurangnya pelaksanaan program skrining Kesehatan, merupakan salah satu factor penyebab angka kejadian PTM di Kota Pekanbaru. Sedangkan untuk individu sendiri factor genetic, gaya hidup dan rendahnya kesadaran untuk melakukan skrining Kesehatan adalah salah satu factor penyebab resiko terjadinya penyakit PTM.
Di Kota Pekanbaru Tahun 2023 dari jumlah penduduk 1.085.246 jiwa yang mendapat layanan skrining PTM 74.082 jiwa (6,8%), 12.403 jiwa (16.7%) beresiko terhadap PTM. PTM yang banyak terjadi diantaranya, hipertensi, diabetes melitus dan kangker Rahim serta ODGJ.
Di Puskesmas Tenayan Raya tahun 2023 dari jumlah penduduk 64.804 jiwa yang mendapat layanan skrining PTM 11.924 jiwa (18.4%), 4.054 jiwa beresiko PTM (23.7%).
Berdasarkan hal tersebut Puskesmas tenayan raya membuat inovasi “ DIPIKAT MASTENAR” yaitu Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Bersama Puskesmas Tenayan Raya.
Tujuan Inovasi
1. Mencagah terjadinya kasus Penyakit Tidak menular, khususnya Hipertensi, Diabetes Melitus dan Kanker Rahim
2. Mengelola/penatalaksanaan penderita PTM
3. Mencegah terjadinya komplikasi penyakit PTM
4. Meningkatkan kualitas hidup penderita PTM
Kegiatan Dipikat Mastenar
1. Prokes dan Edukasi PTM
2. Deteksi Dini Resiko PTM dengan skrining Kesehatan
3. Peningkatan Aktifitas fisik dengan mengadakan senam Bersama Puskesmas Tenayan Raya
4. Pemeriksaan rutin tiap bulan bagi penderita PTM, sebagai Upaya pencegahan komplikasi
5. Kunjungan rumah pasien resti
6. Laboratorium prolanis
7. Apotik PRB pengambilan obat rutin bagi penderita PTM
Pada saat ini pelayanan berkelanjutan Dipikat Mastenar merupakan pelayanan “ one stop servis”, dimana skrining lanjutan berupa pemeriksaan laboratorium, pengambilan obat PRB dan fisioterapi dilakukan di Puskesmas Tenayan Raya.


