PEKANBARU - Angka penularan Covid-19 di Kota Pekanbaru masih cenderung naik turun. Wabah yang bermula dari Kota Wuhan, Cina ini bahkan telah merenggut ribuan nyawa. Agar masyarakat tetap menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Pekanbaru membagikan 1500 masker kepada masyarakat Pekanbaru.
Pembagian masker yang dilakukan oleh Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah kota Pekanbaru di langsungkan di tiga titik pasar yang ada di Pekanbaru yaitu pasar Cikpuan, pasar Kodim dan pasar Pusat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pelajar Muhammadiyah Se-Pekanbaru dengan membagikan masker kepada masyarakat yang ada di pasar.
"Kegiatan pembagian masker ini merupakan bentuk menyadarkan masyarakat dalam mencegah atau memutus rantai penyebaran Covid -19, dengan melihat situasi semakin meningkatnya angka Covid 19 seharusnya Masyarakat semakin sadar dan peduli untuk menjaga dirinya masing-masing, tetapi yang kita lihat saat ini tampaknya kesadaran masyarakat mulai kendor dalam menjaga diri untuk menghindari Covid-19," kata Ketua Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ahmad Muthoharul Zanan.
Menurutnya semakin meningkatnya angka Covid-19 saat ini disebabkan karena semakin melemahnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.
"Aksi yang kami lakukan dengan memberikan masker ke pasar, karena kami lihat masyarakat di pasar kebanyakan seakan tidak peduli akan pentingnya dalam mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker maka dari itu hal seperti ini harus kita sadarkan," tegasnya.
Zanan mengatakan bahwa bantuan masker yang dibagikan ke tiga titik pasar di Pekanbaru ini merupakan bantuan yang didapatkan dari pemerintah Provinsi Riau. Tidak hanya itu saja, dirinya menambahkan jika aksi membagikan masker tidak hanya dilakukan di hari ini saja.
"Insyaallah kedepan kami akan terus melakukan giat pembagian masker. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan atau memberikan contoh agar masyarakat tidak lengah dan terus menjaga kesehatan dengan tetap menggunakan masker," pungkasnya.
