Pernah Kuliah di Kairo, Ini Perjalanan Karir Ustadz Firman Sebelum Duduk Jadi Anggota DPRD Pekanbaru

Kamis, 05 September 2019 - 22:16:15 WIB Cetak

Firmansyah

PEKANBARU - Prosesi Pemilu 2019 sudah selesai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Kota Pekanbaru juga sudah menetapkan anggota legislatif terpilih dan akan segera melantiknya, Jumat (6/9/2019) siang. Inilah saatnya janji yang telah terucap selama masa kampanye diwujudkan dalam bentuk program pembangunan.

Dari delapan Kader PKS yang duduk di legislatif untuk periode 2019-2024, ada nama H Firmansyah LC yang meraih suara 3.685 dari Daerah Pemilihan (Dapil) Rumbai-Rumbai Pesisir.

Ustadz Firman, begitu dia dipanggil, adalah lulusan S1 Universitas Al Azhar Mesir. Aktifitasnya sebagai Ketua RW 07 Limbungan Baru dan ketua Masjid Al Bayan mengantarkannya sebagai anggota dewan terpilih di DPRD Kota Pekanbaru.

Masa-masa pendidikan Firman lebih banyak diluar daerah. Tamat SD 05 Rumbai, Firman melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Mu’alimin Yogyakarta dan dilanjukan ke Madrasah Aliyah di sekolah yang sama.

Di pesantren Firman sudah mulai aktif berorganisasi. Bahkan di Ikatan Remaja Muhammadiyah Ranting Mu’alimin pernah menjabat sebagai ketua bidang pengkaderan.

Tamat pesantren Mu’alimin, Firman mendapatkan bea siswa ke Al Azhar University Kairo, Mesir. Di kampus yang sangat terkemuka ini, bakat kepemimpinan Firman kian terasah.  Di Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir dia menjabat sebagai Menko I.

Bahkan pada tahun 2005, Firman pernah dipercaya sebagai  Ketua Penyambutan Kedatangan dan Pendaftaran Mahasiswa Baru di Kampus Al Azhar University, Kairo. Jumlahnya ketika itu lebih dari 1300 oranga.

Pulang dari Mesir, Firman aktif berdakwah dan pernah diberi amanah sebagai Sekretaris Ikatan Da’I Wilayah Riau.

Sebelum terpilih jadi anggota dewan Firman pernah menjadi Dosen Bahasa Arabdi Pusat Bahasa UIN SUSKA, Riau, Dosen Agama Islam di Politeknik Caltex Riau, Tenaga Ahli Anggota DPR-RI, Fraksi PKS. Disela kesibukan dia masih mengabdi mengelola Masjid Al-Bayan, Limbungan Baru, sebagai ketua. Selain itu juga masih dipercaya sebagai Ketua RW 07, Limbungan Baru.

Firman menjelaskan ketika masih kuliah di Mesir sudah bergabung dengan PKS. “PKS adalah partai yang berbeda dengan yang lainnya. Ada nilai-nilai spiritualitas keagamaannya. Ada nilai-nilai dakwah yang diperjuangkannya. Kalau masalah nasionallisme kader PKS, tidak perlu diragukan,” ujarnya.

Untuk menghadapi pelantikan sebagai anggota dewan tanggal 6 September, Firman mengaku tidak melakukan persiapan khusus. “Hanyalah minta do’a dari orang tua, para guru, para ustadz dan karib kerabat, semoga selama menjalankan amanah menjadi wakil rakyat ini tetap Istiqamah, amanah dan bermanfaat untuk masyarakat,” tekadnya.

Firman berpendapat Kota Pekanbaru saat ini sudah menjadi kota metropolitan, karena jumlah penduduknya sudah melebihi 1 juta jiwa. Kerena itu, sudah saatnya pelayanan publik lebih di ditingkatkan, terutama yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup masyarakat; seperti Pelayanan Kesehantan dan Pendidikan.

Untuk itu perlu ada upaya mencarikan solusi terhadap permasalahan banjir dan buruknya masalah drainase, terutama di daerah-daerah yang menjadi langganan banjir di setiap musim penghujan.

“Mari sama-sama kita saling bahu membahu untuk membangun kota kita yang tercinta ini. Karena kota yang hebat bukan hanya karena pemimpinnya yang cakap, tapi juga karena masyarakatnya turut berpartisipasi,” imbaunya.



Tulis Komentar +
Berita Terkait+