CELOTEHRIAU - - Takhta Suci Vatikan telah memilih Robert Francis Prevost sebagai paus baru pengganti Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025 lalu.
Robert Francis Prevost yang memakai nama Paus Leo XIV juga menjadi pemimpin umat Katolik sedunia pertama yang berasal dari Amerika Serikat.
Paus Leo XIV terpilih pada Kamis (8/5/2025) atau pada hari kedua konklaf yang dimulai Rabu. Asap putih mengepul dari cerobong asap Kapel Sistina, menandakan bahwa seorang paus telah terpilih untuk memimpin Gereja Katolik pada Kamis (8/5/2025).
Takhta Suci Vatikan pun segera mengumumkan siapa paus baru yang terpilih dari balkon Lapangan Santo Petrus.
Itu berarti pemenangnya memperoleh sedikitnya 89 suara dari 133 kardinal yang berpartisipasi dalam konklaf untuk memilih pengganti Paus Fransiskus. Kerumunan di Lapangan Santo Petrus bersorak sorai.
Robert Francis Prevost adalah seorang kardinal Katolik Roma asal Amerika Serikat yang saat ini menjabat sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup (Dicastery for Bishops) dan Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin.
Ia dikenal luas karena latar belakangnya sebagai misionaris di Peru dan kepemimpinannya dalam Ordo Santo Agustinus.?
Latar Belakang Paus Leo XIV
Lahir pada 14 September 1955 di Chicago, Illinois, Robert Prevost menyelesaikan studi sarjananya di bidang matematika di Villanova University pada tahun 1977. Setelah itu, ia bergabung dengan Ordo Santo Agustinus dan mengikrarkan kaul kekal pada tahun 1981.
Ia memperoleh gelar Master of Divinity dari Catholic Theological Union di Chicago dan ditahbiskan sebagai imam pada 19 Juni 1982.
Dia melanjutkan studi hukum kanonik di Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas (Angelicum) di Roma, meraih lisensiat pada 1984 dan doktorat pada 1987. ?
Pada tahun 1985, Prevost memulai pelayanan misionarisnya di Peru, khususnya di wilayah Chulucanas dan Trujillo. Selama lebih dari satu dekade, ia menjabat dalam berbagai peran, termasuk sebagai vikaris yudisial, pengajar hukum kanonik, dan direktur formasi di seminari. Ia juga menjadi prior komunitas dan berperan penting dalam pembinaan calon imam Agustinus di wilayah tersebut. ?
Setelah kembali ke Amerika Serikat, Prevost diangkat sebagai prior provinsial Ordo Agustinus Provinsi Chicago pada =1999. Pada 2001, ia terpilih sebagai prior jenderal Ordo Agustinus, posisi tertinggi dalam ordo tersebut, dan menjabat selama dua periode hingga 2013.
Uskup di Peru dan Keterlibatan dalam Konferensi Waligereja
Pada 3 November 2014, Paus Fransiskus menunjuk Prevost sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Chiclayo, Peru, dan kemudian diangkat sebagai Uskup Chiclayo pada 26 September 2015.
Ia juga menjabat sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Callao pada tahun 2020. Dalam Konferensi Waligereja Peru, ia pernah menjabat sebagai wakil presiden dan anggota dewan tetap, serta memimpin Komisi Pendidikan dan Kebudayaan. ?
Pada 30 Januari 2023, Paus Fransiskus mengangkat Prevost sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup, menggantikan Kardinal Marc Ouellet. Dalam peran ini, ia bertanggung jawab atas penunjukan uskup di seluruh dunia dan memainkan peran penting dalam reformasi struktural Gereja Katolik. Ia juga menjabat sebagai Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin.
Pada 30 September 2023, Prevost diangkat sebagai kardinal oleh Paus Fransiskus dan diberi gelar Kardinal-Diakon Santa Monica. Kemudian, pada 6 Februari 2025, ia dipromosikan menjadi Kardinal-Uskup Albano, salah satu dari tujuh keuskupan suburbikaria di sekitar Roma.
Berkewarganegaraan Ganda
Selain kewarganegaraan Amerika Serikat, Prevost juga memperoleh kewarganegaraan Peru pada 2015, mencerminkan dedikasinya yang mendalam terhadap pelayanan di negara tersebut. Dengan pengalamannya yang luas di bidang pastoral, akademik, dan administratif, serta kedekatannya dengan Paus Fransiskus, Prevost disebut-sebut sebagai salah satu kandidat potensial dalam konklaf kepausan berikutnya.
Kardinal Robert Prevost yang kemudian menjadi Paus Leo XIV memainkan peran sentral dalam reformasi struktural Gereja Katolik, terutama sejak diangkat menjadi Prefek Dikasteri untuk Para Uskup pada Januari 2023. Dalam jabatan strategis ini, ia bertanggung jawab atas proses seleksi dan penunjukan uskup di seluruh dunia, sebuah tugas penting dalam membentuk arah pastoral dan visi kepemimpinan Gereja di berbagai belahan dunia.
Dengan pendekatan yang sejalan dengan visi reformis Paus Fransiskus, Prevost dikenal mendorong pemilihan uskup yang berpihak pada umat kecil, memiliki sensitivitas sosial, serta keterbukaan dialog antarbudaya. Ia mendukung prinsip “sinodalitas”, yaitu kepemimpinan yang mendengar suara umat dan melibatkan partisipasi lebih luas dalam pengambilan keputusan.
Sebagai presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin, Prevost juga berperan aktif dalam memperkuat hubungan antara Vatikan dan Gereja-Gereja lokal di wilayah tersebut.
Ia sering menyoroti pentingnya pendampingan pastoral yang kontekstual, khususnya di tengah tantangan kemiskinan, migrasi, ketimpangan sosial, dan kekerasan di kawasan Amerika Latin.
Prevost juga mendorong pendidikan formator dan imam lokal, serta mendukung program penguatan peran awam dan perempuan dalam kehidupan Gereja.
Dalam beberapa pernyataannya, ia menekankan bahwa Gereja di Amerika Latin harus menjadi “Gereja yang keluar”--mengunjungi pinggiran sosial dan spiritual--seperti yang ditegaskan Paus Fransiskus dalam dokumen Evangelii Gaudium.
Dengan latar belakang Paus Leo XIV sebagai misionaris di Peru selama bertahun-tahun, dia membawa perspektif akar rumput yang kuat ke dalam pusat pengambilan keputusan Gereja global, sebuah kualitas yang menjadikannya sebagai figur reformis yang menonjol dalam hierarki Vatikan saat ini.
Pada Kamis (8/5/2025), dia kemudian terpilh menjadi paus baru menggantikan Paus Fransiskus yang wafat.