22:15

Ajak Generasi Muda Tak Takut Jadi Pekerja Migran, Menteri P2MI: Gaji Besar, Ilmu Bertambah

Ajak Generasi Muda Tak Takut Jadi Pekerja Migran, Menteri P2MI: Gaji Besar, Ilmu Bertambah

PEKANBARU, celotehriau.com - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, mengajak generasi muda untuk tidak takut menjadi pekerja migran. Menurutnya, kesempatan bekerja di luar negeri tidak hanya menawarkan penghasilan lebih besar, tetapi juga menambah ilmu.

"Bekerja di luar negeri itu ibarat kuliah sambil dibayar. Ilmunya bertambah, pengalaman dan teman baru didapat, dan tentu saja gajinya jauh lebih besar dibanding di dalam negeri," ujar Karding saat memberikan kuliah umum di Universitas Islam Riau (UIR), Selasa (16/7/2025).

Ia mencontohkan, gaji seorang perawat di Jepang bisa mencapai Rp25 juta per bulan, sementara di Jerman bisa lebih besar lagi, yakni Rp30 sampai Rp50 juta. Peluang kerja serupa juga terbuka lebar di sektor industri, perikanan, dan hospitality.

Karding mengungkapkan saat ini tersedia sebanyak 352.418 lowongan pekerjaan di lebih dari 140 jenis pekerjaan yang tersebar di 45 negara.

Untuk dapat bersaing di pasar kerja global, calon pekerja migran harus menguasai tiga kompetensi utama, yakni bahasa asing, keterampilan teknis (hard skills), dan keterampilan sosial (soft skills).

"Kemampuan yang utama itu adalah bahasa asing. Bahasa adalah alat komunikasi utama yang harus dikuasai agar bisa bekerja secara efektif dan diterima di negara tujuan," ungkapnya.

Kedua, adalah pekerja harus memiliki keterampilan teknis (hard skills), yaitu penguasaan bidang pekerjaan yang benar-benar matang dan sesuai standar industri.

Ketiga keterampilan teknis. Karding menjelaskan pentingnya penguasaan keterampilan teknis yang matang sesuai standar industri, serta keterampilan sosial yang meliputi etika kerja, kemampuan beradaptasi, dan komunikasi interpersonal.

Ia menambahkan bahwa ketiga kompetensi tersebut wajib disertifikasi. "Di luar negeri, semuanya harus dibuktikan dengan dokumen yang diakui secara profesional," tambahnya.

Selain keterampilan teknis dan sosial, Karding juga menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan budaya setempat.

"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Adaptasi itu penting agar kita dihargai dan bisa hidup selaras di negeri orang," kata Karding.

Ia turut memotivasi para peserta agar memiliki semangat dan tujuan yang jelas saat memilih untuk bekerja di luar negeri.

"Tanamkan, kita pergi Migran, Pulang Juragan. Artinya, kita ingin para pekerja migran sukses di luar negeri, lalu kembali sebagai pribadi mandiri, sejahtera, dan membanggakan bangsa," tutur dia.

Karding juga mengingatkan agar pekerja migran mampu mengelola keuangannya dengan bijak agar hasil jerih payahnya dapat dinikmati secara maksimal.

“Orang kaya itu bukan yang bergaji besar, tapi yang bisa mengelola keuangannya dengan bijak. Jangan sampai kerja keras bertahun-tahun justru habis begitu saja,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kementerian P2MI juga menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Islam Riau.

Kerja sama ini bertujuan memperkuat edukasi, pelatihan, dan pendampingan bagi calon pekerja migran agar siap menjadi tenaga kerja profesional dan bermartabat di kancah internasional.

Berita Lainnya

Index