CELOTEHRIAU - - Barcelona menelan hasil pahit saat bertandang ke Estadio Municipal de Anoeta, Senin (19/1/2026) dini hari WIB. Blaugrana kalah 1-2 dari Real Sociedad dalam lanjutan La Liga. Hasil ini berdampak besar terhadap persaingan gelar juara musim ini.
Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Barcelona di markas La Real. Sejak awal abad ke-21, Barcelona telah menelan tujuh kekalahan dari 21 kunjungan liga ke Anoeta dengan sembilan kali menang, lima hasil imbang dan tujuh kekalahan. Hanya di Santiago Bernabéu Barcelona lebih sering kalah sebagai tim tamu, yakni 10 kali dari 25 pertandingan.
Barcelona sebenarnya tampil dominan sepanjang laga. Tim asuhan Hansi Flick mencatatkan 18 tembakan dengan enam di antaranya mengarah ke gawang. Namun, dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan hasil akhir. Empat gol Barcelona dianulir VAR. Sementara beberapa peluang emas lainnya digagalkan mistar gawang dan penampilan gemilang kiper Real Sociedad Álex Remiro.
Real Sociedad justru unggul lebih dahulu pada menit ke-32 melalui Mikel Oyarzabal. Kapten La Real itu mencetak gol lewat sepakan voli akurat setelah memanfaatkan umpan silang Gonçalo Guedes, meski tim tuan rumah saat itu lebih banyak tertekan.
Barcelona baru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-70. Marcus Rashford yang baru masuk sebagai pemain pengganti langsung memberi dampak dengan menyundul bola hasil umpan silang terukur dari Lamine Yamal.
Namun, kegembiraan Barcelona hanya bertahan singkat. Semenit berselang, Gonçalo Guedes kembali membawa Real Sociedad unggul. Berawal dari kemelut pada depan gawang, Guedes melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung kiper Joan García.
Drama berlanjut pada menit-menit akhir. Gelandang Real Sociedad Carlos Soler diganjar kartu merah setelah wasit meninjau ulang pelanggarannya terhadap Pedri melalui VAR. La Real pun harus bertahan dengan 10 pemain selama 9 menit waktu tambahan.
Memasuki 4 menit terakhir pertandingan, Mikel Oyarzabal terlihat mengalami cedera serius. Namun, Real Sociedad tidak memiliki opsi pergantian pemain lagi. Kondisi tersebut membuat sang kapten kesulitan bergerak secara normal, sehingga tuan rumah praktis bermain dengan sembilan pemain.
Situasi ini membuka peluang bagi Barcelona untuk menciptakan gol penyeimbang pada sisa waktu pertandingan. Meski demikian, Real Sociedad berusaha sekuat tenaga meredam tempo permainan demi mengamankan keunggulan.
Tuan rumah tampak sengaja memperlambat jalannya laga. Álvaro Odriozola sempat menunda lemparan ke dalam sebagai bagian dari strategi mengulur waktu, sebelum bola akhirnya kembali dimainkan dan diarahkan ke kiper Álex Remiro.
Meski terus menekan hingga peluit panjang dibunyikan dan kembali membentur mistar gawang, Barcelona gagal mencetak gol penyeimbang. Skor 2-1 untuk kemenangan Real Sociedad pun bertahan hingga akhir laga.
Hasil ini menjadi pernyataan penting dari Real Sociedad, sekaligus pukulan bagi Barcelona dalam upaya menjaga konsistensi pada jalur perebutan gelar La Liga.