CELOTEHRIAU - Langkah juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) untuk mempertahankan gelar Liga Champions menemui jalan terjal. Kekalahan tipis 1-2 dalam laga tandang kontra Sporting CP pada Rabu (21/1/2026) dini hari WIB, membuat posisi mereka di klasemen terancam terlempar dari zona aman.
Laga yang berlangsung di Portugal ini menjadi malam yang penuh frustrasi bagi anak asuh Luis Enrique. Pada awal pertandingan, PSG sebenarnya tampil dominan. Warren Zaïre-Emery, Nuno Mendes, hingga Ousmane Dembele sempat menggetarkan jala gawang Sporting, namun ketiga gol tersebut dianulir wasit akibat pelanggaran dan posisi offside.
Ketidakberuntungan PSG berlanjut hingga babak kedua. Striker Sporting, Luis Javier Suarez, tampil menjadi pembeda dengan mencetak dua gol krusial pada menit ke-74 dan ke-90. PSG hanya mampu membalas satu gol melalui tendangan melengkung indah dari Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-79.
Hasil minor ini membuat PSG merosot ke posisi kelima klasemen grup dengan koleksi 13 poin dari tujuh pertandingan. Persaingan kian sengit karena selisih poin mereka dengan tim-tim raksasa seperti Manchester City, Inter Milan, Liverpool, hingga Barcelona kini sangat tipis.
Berdasarkan format kompetisi, hanya delapan tim teratas yang berhak lolos langsung ke babak 16 besar. Sementara itu, tim di peringkat ke-9 hingga ke-24 harus melalui babak play-off tambahan. Jika Atletico Madrid dan Liverpool memenangkan laga sisa mereka, posisi PSG dipastikan akan semakin terpuruk.
Nasib sang raksasa Prancis kini bergantung pada pertandingan terakhir. Kemenangan atas Newcastle United di Parc des Princes menjadi harga mati jika ingin mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar. Namun, jika mereka hanya meraih hasil imbang atau kalah, PSG dipastikan harus menempuh jalur melelahkan di babak play-off.
Situasi ini seolah mengulang memori musim lalu. Saat itu, PSG hanya finis di peringkat ke-15 klasemen grup. Namun, mereka melakukan "keajaiban" di fase gugur; mulai dari kemenangan agregat 10-0 atas Brest, menyingkirkan Liverpool melalui adu penalti, hingga membantai Inter Milan 5-0 di partai final untuk mengangkat trofi si kuping besar.
Kini, mampukah PSG bangkit dari tekanan, atau justru harus tertahan di babak kualifikasi tambahan?