Dua Peluang PSPS Dianulir Wasit, Ini Respon Aji Santoso

Dua Peluang PSPS Dianulir Wasit, Ini Respon Aji Santoso

PEKANBARU - PSPS Pekanbaru Vs Adhyaksa FC Banten berakhir dengan skor imbang 1-1. Bermain di kandang sendiri Stadion Kaharuddin Nasution, PSPS Pekanbaru dirugikan. Pasalnya, ada dua peluang PSPS yang seharusnya menjadi gol, namun dianulir oleh wasit. 

Dua peluang itu terjadi pada menit 35' babak pertama. PSPS nyaris menambah keunggulan lewat tendangan penalti setelah kiper Adhyaksa menjatuhkan penyerang PSPS Vieri Donny di dalam kotak penalti. 

Namun setelah dicek VAR, wasit Yeni Krisdianto, yang sebelumnya telah menunjuk titik putih sebagai sanksi dari Adhyaksa, malah dibatalkan wasit.

Jatuhnya Vieri di dalam kotak penalti hanya menghasilkan tendangan bebas bagi kiper Adhyaksa.

Sebaliknya Adhyaksa, pada menit 45+13' mendapatkan hadiah penalti setelah penyerangnya Fergonzi terjatuh dalam kotak penalti. Fergonzi yang lolos dari pengawalan pemain belakang PSPS berhasil dihadang penjaga gawang M Darmawan. Namun setelah cek VAR, penyelamatan M Darmawan dinilai melanggar dan wasit pun memberikan tendangan penalti kepada Adhyaksa.

Kemudian peluang kedua PSPS tercipta setelah Antonio Gamaroni mencetak gol kedua pada menit 63'. Antonio yang menerima umpan crossing dari Misbakus Sholikin dengan kontrol dada dan langsung melakukan tembakan keras ke gawang Adhyaksa FC.

Namun gol tersebut dianulir wasit setelah melakukan cek VAR dan memvonis Antonio melakukan handsball. Tapi anehnya, pada saat laga berlangsung, tak satupun pemain Adhyaksa yang mengangkat tangan bahwa Antonio Gamaroni melakukan handsball.

Malah sebaliknya, wasit Yeni Krisdianto yang sebelumnya telah menunjuk titik tengah sebagai tanda bahwa gol Antonio sah, dianulir dengan melakukan cek VAR.

Hingga akhirnya, PSPS gagal meraih kemenangan dan hanya mendapatkan hasil imbang 1-1.

Terkait hasil laga tersebut, Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, menilai bahwa laga menghadapi Adhyaksa FC Banten di Stadion Kaharuddin Nasution, merupakan laga yang paling memalukan.

Dirinya bahkan tak mau menuduh siapa pun dalam pertandingan ini. Ia tahu, hasil protes yang diajukan tidak akan mengubah hasil.

Aji juga tidak mau mengomentari pertandingan yang berlangsung, Jumat (23/1/2026) malam itu. 

"Sebelumnya saya mohon maaf, untuk respon pertandingan ini saya tidak bisa menjawabnya panjang lebar, cuma mari diartikan sendiri. Saya tidak menuduh siapa-siapa, yang jelas pertandingan malam hari ini memalukan bagi saya," kata Aji.

Namun yang jelas, kata Aji, pertandingan ini merupakan modal yang bagus buat timnya menghadapi laga away di Banda Aceh.  

"Ini modal bagus buat kita main terakhir di Banda Aceh. Pemain sudah memberikan yang terbaik. Saya tidak mau menuduh siapa-siapa ya, cuma monggo silakan teman-teman wartawan menganalisa sendiri, cuma saya bilang cuma memalukan gitu aja," pungkasnya.

Berita Lainnya

Index