Antusiasme Masyarakat Pekanbaru Tonton Pelangi di Mars: Penuh Edukasi, Mimpi dan Perjuangan Heroik

Antusiasme Masyarakat Pekanbaru Tonton Pelangi di Mars: Penuh Edukasi, Mimpi dan Perjuangan Heroik
Sutradara dan pelakon film Pelangi di Mars saat menemui penonton usai pemutaran filem.

PEKANBARU, celotehriau.com -- Masyarakat Pekanbaru menyambut antusias film "Pelangi di Mars" karya sutradara Uvie Guava, yang tayang di Cinema  XXI Mall SKA Pekanbaru, Senin (23/3/2026).

Film fiksi ilmiah ini menceritakan tentang kehidupan Pelangi, seorang gadis berusia 12 tahun yang lahir dan tumbuh di Planet Mars, bersama robot-robot yang mencari mineral langka bernama Zeolit Omega untuk memurnikan air di Bumi.

Usai menonton film yang penuh edukasi ini penonton juga mendapat sapaan dan kejutan langsung dari cast & Filmmaker nya ini, Dendi Reynando (produser), Upie Guava (sutradara), Messi Gusti (pemeran pelangi), Bimoky (pengisi suara robot batik) dan Vanya Rihana (pengisi suara & body Actor robot Kimchie)

Selain menyapa Upie Guava dan kawan-kawan memberikan hadiah kepada tiga anak-anak yang menonton film.

"Film ini merupakan film fiksi Ilmiah. Harapan kami dari film ini anak-anak Indonesia berani bermimpi dan bercita -cita besar, " kata Upie . 

"Kita tahu kalau film seperti ini membutuhkan teknologi digital maju. Inspirasi awal kita itu dari film "Star Wars". Itu masih baru, dan kita belajar dari YouTube," beber  Sutradara film "Pelangi di Mars"  ini. 

Upie menuturkan tantangan yang dihadapi saat membuat film fiksi ilmiah tersebut. Produksinya banyak melibatkan generasi muda pecinta teknologi digital.

"Waktu itu khan lagi zaman COVID-19, khan. Nah, daripada kita nganggur maka kita belajar pembuatan film dengan teknologi XR ini. Kita libatkan generasi muda yang memang hobi dengan teknologi digital. Memang memakan waktu lama, namun seperti yang kita lihat hari ini, jadilah film "Pelangi di Mars" ini," kata Upie lebih lanjut.

Ia berharap dari film ini, generasi muda Indonesia berani bermimpi untuk bercita-cita lebih tinggi.

"Pesan saya ke generasi muda Indonesia, khususnya di Pekanbaru agar berani bercita-cita lebih tinggi. Di masa depan, Indonesia akan memiliki astronot dan pesawat luar angkasa yang canggih dan teknologi maju," tutupnya mengakhiri jumpa pers singkat bersama media di Pekanbaru.

Berbagai tanggapan positif juga  mengemuka dari berbagai lapisan penonton, orangtua dan anak-anak. "Saya sangat terkesan dengan teknologi Extended Reality (XR) yang digunakan dalam film ini, membuat saya merasa seperti berada di Mars!" kata Astra Juwita salah satu penonton.

"Cerita Pelangi sangat inspiratif, menunjukkan bahwa keberanian dan kecerdasan tidak mengenal batas usia."

Senada Dani menyebutkan, film ini sangat menghibur dan memberikan edukasi kepada anak-anak tentang masa depan. Terutama tentang digital dan robotik.

"Sangat mengedukasi, ditengah banyaknya film-film robot dari luar negeri, Mahakarya Pictures memberikan angin segar buat perfilman Indonesia, " katanya.

"Terus berkarya dan memberikan cerita yang lebih inspiratif lagi, " tegasnya.

Dalampada itu, Syafiq (13 tahun) menuturkan filmnya bukan saja lucu dan menghadirkan banyak tawa tapi juga memberikan pesan yang sangat mendalam bahwa dalam hidup tidak boleh menyerah dan selalu berhubungan baik dengan semuanya di alam semesta ini. "

Ya, film ini menjadi momen tak terlupakan bagi penonton yang sedang menikmati libur dan lebaran bersama keluarga. 

Untuk diketahui, proses produksi film ini melibatkan lebih dari 200 tenaga kreatif asli Indonesia, mulai dari tim efek visual, animator, desainer produksi, hingga teknisi digital.

Pembuatan film ini berangkat dari keresahan Upie bersama produser Dendi Reynando dari Mahakarya Pictures terhadap minimnya film anak Indonesia yang menampilkan keberanian dan nilai-nilai humanis dalam balutan cerita fiksi yang mampu membangkitkan imajinasi.

“Kami tumbuh dengan banyak cerita yang menumbuhkan mimpi besar, seperti menjadi astronot atau ilmuwan. Melalui 'Pelangi di Mars' kami ingin menghadirkan kisah petualangan yang dekat dengan sains dan eksplorasi ruang angkasa, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sebagai bekal menuju Indonesia Emas,” ujar Upie.

Sebagai sutradara, Upie meyakini film ini bisa menjadi pilihan baru untuk keluarga mengenalkan cerita berbalut ilmiah dan kecanggihan teknologi kepada anak.

Ia dan Dendi juga memiliki tujuan besar melalui film ini agar keluarga yang menonton bersama anaknya bisa membangkitkan diskusi mengenai isu keberlanjutan dan bagaimana menjaga dan melestarikan bumi di masa depan.

“Film keluarga di Indonesia masih sangat terbatas. Kami ingin menghadirkan cerita yang bisa menjadi pengalaman menonton bersama antara orang tua dan anak. Harapannya, film ini bisa menjadi momen kebersamaan yang berkesan bagi keluarga Indonesia,” ujar Dendi.

Dengan teknologi yang dihadirkan dalam film, momen ini menunjukkan bahwa industri kreatif Indonesia memiliki kapasitas untuk menghadirkan karya dengan standar produksi yang semakin maju.(***/CR8) 


 

Berita Lainnya

Index