Wawako Markarius: Penanganan Banjir Pekanbaru Dibagi per Wilayah

Wawako Markarius: Penanganan Banjir Pekanbaru Dibagi per Wilayah

PEKANBARU (celotehriau.com) – Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai memetakan titik rawan banjir di setiap wilayah seiring memasuki musim hujan. Penanganan akan dilakukan bertahap sesuai persoalan masing-masing kawasan.

“Kita akan cek satu persatu untuk pengendalian banjir di Kota Pekanbaru. Kita harus fokus karena masih banyak wilayah kota yang terendam banjir saat hujan,” kata Markarius, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, pemetaan diperlukan karena persoalan banjir di setiap wilayah berbeda. Pemko Pekanbaru akan membagi penanganan berdasarkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing kawasan.

“Kita akan petakan satu persatu, kita akan bagi per wilayah. Sebab setiap wilayah persoalannya berbeda-beda,” ujarnya.

Markarius menyebut Pemko Pekanbaru dalam waktu dekat akan menurunkan master plan penanganan banjir menjadi rencana yang lebih spesifik untuk setiap wilayah. Langkah ini dilakukan agar penanganan dapat diarahkan pada persoalan yang menjadi penyebab banjir di masing-masing kawasan.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani, yang kerap terendam saat hujan. Pemko Pekanbaru menyiapkan pembenahan Waduk Cipta Karya untuk mengoptimalkan fungsinya dalam mengendalikan banjir.

“Kalau tahun sekarang perencanaan, maka awal tahun depan sudah dimulai,” kata Markarius.

Ia menjelaskan, salah satu persoalan di Waduk Cipta Karya adalah belum adanya pintu air. Karena itu, pembangunan pintu air menjadi bagian dari rencana pembenahan waduk pada 2027.

Selain itu, Pemko Pekanbaru menyiapkan saluran air dari Jalan Suka Karya menuju Jalan Cipta Karya. Pembangunan saluran tersebut sudah berjalan tahun ini, sementara pembangunan pintu air masih dalam tahap perencanaan.

Penanganan banjir juga dilakukan melalui pembangunan drainase di sejumlah ruas jalan, salah satunya di sekitar Jalan Paus. Pemko Pekanbaru juga akan mengecek kondisi sungai dan drainase di wilayah lainnya.

Jika ditemukan pendangkalan, pengerukan akan dilakukan untuk mengembalikan fungsi aliran air.

“Kemudian di wilayah lain mungkin terjadi pendangkalan aliran sungai atau drainase, sehingga dilakukan pengerukan,” jelasnya.

Berita Lainnya

Index