Miris, Para Pebalap Liar Resahkan Warga Tualang Ternyata Anak-anak Dibawah Umur, Polsek Tualang Amankan 4 Sepeda Motor Trondol

Miris, Para Pebalap Liar Resahkan Warga Tualang Ternyata Anak-anak Dibawah Umur, Polsek Tualang Amankan 4 Sepeda Motor Trondol
Sepeda motor berhasil diamankan oleh petugas gabungan, diantaranya satu unit motor warna biru, Honda Beat hitam, Yamaha Jupiter biru, serta Yamaha MX King hitam.

SIAK, Celotehriau.com - Keresahan masyarakat Tualang terhadap kenakalan remaja di Kecamatan yang berjuluk Kota Industri Perawang mengendarai sepeda motor menggunakan knalpot brong dan balap liar di malam hari kini dijawab kontan oleh Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) dan  Polsek Tualang, Sabtu 27 Desember 2025 sekira pukul 23.30 WIB.

Puluhan sepeda motor yang mondar-mandir menggunakan knalpot brong hingga trek-trekan dijalan protokol Kecamatan Tualang tepat di depan Hotel Istana VII Perawang itu kocar-kacir setelah didatangi tim patroli gabungan.

Terlihat, 4 Sepeda motor berhasil diamankan oleh petugas gabungan, diantaranya satu unit motor warna biru, Honda Beat hitam, Yamaha Jupiter biru, serta Yamaha MX King hitam.

Dari 4 sepeda motor tersebut, petugas gabungan mengamankan 7 orang remaja, 2 diantaranya merupakan anak-anak yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

Hal itu sontak membuat Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono SH, MH yang didampingi Kanit Reskrim IPTU Alan Arief A.R., S.Kom mengaku prihatin melihat anak-anak masih berkeliaran bahkan mengganggu ketertiban umum.

"Ternyata yang menjadi biang permasalahan trek-trekan menggunakan sepeda motor dengan knalpot brong di Tualang ini adalah anak-anak kita generasi penerus bangsa yang masih berstatus pelajar," ucapnya.

Kompol Teguh pun mengatakan, trek-trekan yang terus-menerus dilakukan anak-anak ini adalah tanggung jawab sosial seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, perlu peran ekstra orang tua dan juga pihak sekolah yang harus menjadi sarana pencegahan agar anak-anak tidak mengendarai sepeda motor dengan knalpot brong dan ugal-ugalan di jalan raya.

"Ini adalah PR seluruh elemen masyarakat, terutama peran orang tua, dan juga pihak sekolah agar dapat memberikan edukasi dan nasihat kepada anak agar tidak ikut-ikutan melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menggangu ketertiban umum seperti trek-trekan menggunakan sepeda motor berknalpot brong di jalan raya," katanya.

Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra, S.H., S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono S.H.M.H menegaskan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang terus digelar setiap malam itu merupakan respons langsung atas keluhan masyarakat dan wujud kehadiran Polri dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Balap liar ini bukan sekadar pelanggaran, tapi ancaman nyata bagi keselamatan. Karena itu kami tidak akan memberi ruang bagi aksi ugal-ugalan di jalan raya,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, sepeda motor yang telah diamankan itu, akan dikembalikan apabila orang tua dari anak-anak pemilik kendaraan dapat menunjukkan kelengkapan surat kendaraannya dan membuat surat perjanjian agar anak-anak tersebut tidak mengulangi perbuatannya.

"Silahkan bawa orang tua ke Makopolsek Tualang dengan membawa kelengkapan surat-surat kendaraan dan juga membuat perjanjian tertulis agar anak-anak tidak mengulangi perbuatannya, hal ini akan terus kita lakukan guna menjaga Harkamtibmas di Kecamatan Tualang," sebutnya.

Menanggapi hal itu, Tokoh Pemuda Tualang, Dede KristIano mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Polsek Tualang dan Upika Tualang yang telah merespon dan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya kegiatan trek-trekan menggunakan sepeda motor dengan knalpot brong di malam hari.

"Kami sebagai pemuda di Tualang ini sudah sangat risih dengan kegiatan balap liar dimalam hari ini, tentunya dengan penindakan yang dilakukan oleh Polsek Tualang dan Upika Tualang ini kami ucapkan terimakasih dan sangat kami apresiasi," ucapnya.

Dede juga mengatakan, hal ini perlu keseriusan dari seluruh stakeholder dan elemen masyarakat agar anak-anak yang terlibat dalam kegiatan balap liar di Tualang ini tidak terus-menerus melakukan kegiatan yang dapat menggangu ketertiban umum.

"Kita sangat setuju dengan pak Kapolsek Tualang, hal ini bukan sebulan atau dua bulan ini terjadi, kegiatan yang sangat menggangu ketertiban masyarakat ini sudah terjadi bertahun-tahun lamanya, setiap bapak-bapak petugas patroli datang mereka bubar, petugas kembali ke Mapolsek Tualang mereka trek-trekan lagi, tentu ini tidak ada habisnya. Maka dari itu kita perlu peran seluruh elemen masyarakat agar anak-anak generasi emas di Kecamatan Tualang ini tidak lagi melakukan hal-hal yang menggangu ketertiban umum itu setiap malam," jelasnya.

Ia juga berharap kepada seluruh orang tua agar dapat mengontrol aktivitas anak di luar jam pelajaran sekolah ataupun keluar rumah di malam hari.

"Kita harap peran orang tua dan seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan membimbing anak-anak kita agar tidak melakukan aktivitas negatif seperti keluyuran dimalam hari dan juga ikut trek-trekan sepeda motor di jalan raya serta kenakalan remaja lainnya," pungkasnya.(CR11) 

Berita Lainnya

Index