Jika PSBB Diterapkan, Gubri: Semua Warga Pekanbaru Dijadikan ODP

Jika PSBB Diterapkan, Gubri:  Semua Warga Pekanbaru Dijadikan ODP

CELOTEH RIAU.COM(PEKANBARU)--Atas persetujuan Menteri Kesehatan, menyetujui status Pekanbaru ditetapkan sistem Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar menyatakan, seluruh masyarakat ditetapkan menjadi orang dalam pemantauan (ODP).

''Jika telah diterapkan, maka seluruh warga Pekanbaru ditetapkan menjadi ODP,'' kata Gubri.

Ia mengatakan, saat ini Covid-19 sudah ditetapkan sebagai daerah dengan penularan transmisi lokal.

''Hal ini sesuai dengan kondisi di masyarakat, bahwa ada pasien yang terkonfirmasi positif padahal tidak menunjukkan gejala dan tidak ada riwayat dari daerah terjangkit,'' ungkap Gubri.

Dengan kondisi, Gubri berharap pemerintah Pemkab dan Kota harus meningkatkan upaya pencegahan, dan mendukung strategi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan segera diberlakukan di Kota Pekanbaru.

''Tadi Menteri Kesehatan, sudah menyetujui usulan PSBB di Pekanbaru, dan pemerintah kota setempat sedang mempersiapkan payung hukum pelaksanaannya,'' kata Gubri.

Untuk mensukseskan PSBB ini, setiap kepala daerah di daerah tetangga Kota Pekanbaru untuk juga mempersiapkan PSBB di daerahnya masing-masing agar strategi memutus mata rantai virus corona jenis baru itu bisa serentak dan efektif.

Masyarakat juga diminta waspada dan sadar atas peningkatan ini. Agar pandemi ini tidak meluas terjadi di Provinsi Riau ini.

''Berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau pada Senin (13/4/2020) jumlah positif COVID-19 bertambah jadi 20 orang. Maka ini harus kita stop, tidak bertambah lagi,'' pinta Gubri.

Sampai saat ini, di Riau, baru dua pasien yang dinyatakan sehat, sedangkan sudah ada dua warga yang meninggal dunia sebelum sempat mendapat perawatan kesehatan dan terkonfirmasi positif COVID-19.

''Pasien positif COVID-19 paling banyak di Kota Pekanbaru, dengan total 11 kasus. Dari jumlah itu baru ada satu orang yang sehat, dan yang meninggal sudah dua orang,'' sebut Gubri.

Sementara itu, saat ini ada 123 pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih dirawat. Kemudian sudah ada 102 PDP terbukti negatif COVID-19 dan dipulangkan. Namun, ada 18 PDP yang telah meninggal dunia.

''Untuk orang dalam pemantauan (ODP) kini mencapai 12.874 orang,'' pungkasnya.

#riau

Index

Berita Lainnya

Index