Harapan dari Kompetisi Riau Junior League 2020 U-13 dan U 15 

Senin, 16 November 2020 - 07:56:13 WIB Cetak

OLEH : YUDI WALDI


KOMPETISI usia muda   U-13 dan U 15 Riau Junior League 2020 kembali digelar, Sabtu  14 November 2020 di Lapangan Damai Langgeng Pekanbaru.

Kompetisi yang diharapkan sebagai tempat pembentukan karakter dan pembelajaran para pemain, pelatih pengurus, wasit dan suporter untuk selalu menjunjung sportifitas dan fair play baik didalam dan diluar lapangan ini diikuti 8 Sekolah sepakbola di Kota Pekanbaru. Yakni, Pekanbaru City Soccer School, Woner 12, Tiga Naga, Rumbai Soccer Club', Junior PTPN5, Tunas Bangsa, Bina Bakat dan IPRS.

Cuma ada yang berbeda dengan  kompetisi tahun kedua ini  dari tahun sebelumnya.Karena digelar dalam situasi perilaku hidup baru.Dimana semua tim harus melakukan penerapan protokol kesehatan dengan ketat.Mulai dari pegukuran suhu badan, memakai masker menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun atau handsanitazier menjadi prioritas dan tanggung jawab masing-masing tim

Karena sejatinya kompetisi yang diputar kali ini adalah tanggung jawab bersama seluruh peserta.
Demi tujuan pembentukan karakter pemain sejak usia muda untuk bermain di level kompetisi  yang lebih tinggi lagi.

Membentuk karakter pemain muda menggapai asa diperlukan proses dan bekal latihan yang tepat agar pesepakbola usia muda dapat mengembangkan kemampuannya dan jam terbangnya melalui kompetisi.

Dikompetisi usia muda inilah para pemain, pelatih dan wasit belajar.Pelatih belajar meracik strategi, memberikan tantangan kepada para pemainnya untuk bermain di berbagai posisi dalam setiap pertandingan berbeda dengan tujuan agar para pemain lebih berkembang secara individu dan tim.

Karena sejatinya dari kompetisi ini lahir individu-individu yang siap bersaing dan bisa menjadi andalan tim kebanggaan Pekanbaru, Riau bahkan di tingkat nasional.

Ya, pemain usia muda yang belajar di sekolah sepak bola  bisa disebut   sebagai 'player for tomorrow', karena  pada usia 16 hingga 19 tahun nanti  para pemain sudah matang dan siap tampil tentunya dengan banyaknya porsi bermain dalam kompetisi.

Seperti diketahui,  PSSI dengan program Filanesia( Filosofi Sepakbola Indonesia) telah menetapkan empat kategori dalam membangun sepakbola Indonesia menuju top level.

Yakni Fase kegembiraan, usia 6-9 tahun, fase pengembangan skill sepakbola usia 10-13 tahun.Lalu  usia 14-17 tahun masuk dalam fase pengembangan permainan sepakbola dan finalnya atau yang sering disebut fase penampilan di usia 18+ tahun.

Pada  kategori pertama 6-9 tahun dengan metode  main-Belajar- Main (m-B-M) pelatih harus lebih banyak memberikan bekal kepada mereka bersahabat dengan bola dengan game 4 v 4 tanpa penjaga gawang.

Usia 10-13 tahun, pelatih dituntut memiliki kemampuan mengirim pesan dalam latihan agar mereka mengetahui bagaimana aksi atau cara bermain bola yang baik dan benar dengan pola game 7 v7 tanpa off side.

Sementara, pada usia 14 hingga 17 tahun pemain sudah diperkenalkan dan belajar situasi pertandingan sesungguhnya 11 vs 11. Tujuannya agar pemain mengerti dan siap menempati posisi mereka masing-masing. 

Dan kompetisi kelompok usia yang digelar operator kompetisi RJL Berkah  adalah usia yang krusial dalam pembinaan,  karena di usia itu mereka banyak menyerap pembelajaran bukan hanya satu posisi saja tapi belajar dibeberapa posisi berbeda.

Sehingga pada kategori ini pun dibutuhkan pelatih yang berkarakter disana, karena karakter pelatih inilah yang sangat menentukan bagaimana perjalanan sepakbola mereka kedepan. Jadi diusia muda ini bukan soal menang dan kalah, tapi bagaimana para pemain bisa mengimplementasikan game model atau cara bermain dengan baik dan benar ketika menguasai bola dan kehilangan bola.

Diusia muda inilah para pemain dituntut belajar bekerja keras dan bekerja cerdas. Karena untuk mencapai ke permainan top level, pelatih juga dituntut untuk memberikan tantangan, tidak memberikan kenyamanan kepada para pemainnya untuk terpaku dalam satu posisi.

Dan dari banyaknya pertandingan kelompok usia inilah jam terbang bermainnya sesuai standar  FIFA minimal 4000 menit untuk pemain di usia 14 sampai 17 tahun didapatkan.

Kompetisi usia muda yang digelar setiap akhir pekan inilah diharapkan menjadi ruang belajar bagi para pemain dan pelatih. Para pemain belajar dari kesalahan pertandingan sebelumnya dan para pelatih belajar, memberikan analisa dan tantangan kepada para pemainnya untuk bermain diposisi dan formasi berbeda di pertandingan selanjutnya.

Dan keberadaan kompetisi Riau Junior League 2020 sebagai operator liga  pendukung program  Askot PSSI Pekanbaru menjalankan roda kompetisi usia muda ini diharapkan dapat melahirkan harapan dan cita-cita insan sepakbola di Pekanbaru Riau, mencetak pemain -pemain muda yang menjadi andalan Riau, Pekanbaru khususnya  di masa depan.Semoga.(*)

 



Baca Juga Topik #Sport+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+