China Targetkan Vaksinasi Covid Jutaan Orang Sebelum Imlek 

Selasa, 05 Januari 2021 - 07:40:28 WIB Cetak

CELOTEHRIAU---Ribuan orang mengantre di Beijing, China pada Senin untuk menerima vaksin Covid-19. China berupaya melakukan vaksinasi jutaan orang sebelum musim mudik Tahun Baru Imlek pada Februari.

Lebih dari 73.000 orang di ibu kota China itu telah menerima dosis pertama vaksin dalam beberapa hari terakhir. Media pemerintah pada Minggu melaporkan yang disuntik vaksin termasuk pekerja komunitas dan sopir bus.

Otoritas kesehatan pada Malam Tahun Baru memberikan persetujuan "bersyarat" kepada kandidat vaksin yang dikembangkan oleh raksasa farmasi China Sinopharm. Perusahaan mengatakan vaksin itu memiliki tingkat kemanjuran 79 persen.

Seorang jurnalis AFP melihat warga dibawa ke pusat vaksin sementara di sebuah taman setelah diperintahkan mengisi formulir elektronik tentang status kesehatan mereka dan alergi apa pun di gerbang luar. Beberapa tampak memakai masker bedah dua lapis.

Seorang pria bermarga Gu mengatakan kepada AFP bahwa majikannya mendaftarkan dia untuk divaksin. Pekerja katering berusia 30-an itu mengaku ingin divaksin agar pikirannya tenang.

"Saya yakin efek samping apa pun akan dapat dikendalikan," katanya.

Rekaman TV pemerintah, CCTV menunjukkan antrean di luar rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat ketika orang-orang membaca formulir persetujuan dan pengecekan suhu sebelum disuntik.

Pejabat kesehatan mengatakan gym dan pabrik kosong turut digunakan untuk lokasi vaksinasi.

Beijing telah memberikan sekitar 4,5 juta dosis vaksin darurat tahun ini yang sebagian besar belum terbukti kemanjurannya.

Menurut pihak berwenang, mereka yang diprioritaskan divaksin yakni petugas kesehatan dan pegawai negara yang akan bekerja di luar negeri.

Tetapi China sekarang mulai merencanakan vaksinasi bertahap untuk kelompok memiliki risiko tinggi terpapar virus, termasuk pekerja pelabuhan dan logistik, serta orang-orang yang berencana melanjutkan studi di luar negeri.

China yang menjadi lokasi awal penyebaran corona pada akhir 2019 hampir berhasil mengendalikan virus situ.

Negeri Tirai Bambu itu dengan cepat menerapkan lockdown lokal dan pengujian massal ketika kasus baru muncul.

Tetapi baru-baru ini China meningkatkan pengujian dan pengendalian pergerakan setelah muncul serentetan wabah lokal, termasuk beberapa kasus di Beijing.



Baca Juga Topik #serba serbi+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+