PEKANBARU--Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, membuka apel operasi patuh Lancang Kuning, Kamis (23/7/2020) di Sekolah Polisi Negara (SPN), Jalan Rimbo Panjang, Kampar.
Didampingi Wakapolda Riau, Brigjen Tabana, pejabat utama, Kapolda mengatakan, operasi Lancang Kuning ini, hari ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia, termasuk Riau.
''Di Riau operasi patuh Lancang Kuning ink akan dilaksanakan, sejak Kamis (23/7/2020) hingga Rabu (5/8/2020),'' sebut Kapolda.
Dalam operasi ini, Kapolda menyatakan, pihaknya lebih menekankan turunnya angka kecelakaan, kemacetan dan pelanggaran.
''Sebelum pelaksanaan operasi patuh ini, angka kecelakaan di Riau menurun,'' terang Kapolda.
Ia merincikan, sampai saat ini Lakalantas di Riau mencapai 669 angka kecelakaan. Targetnya, pihaknya ingin menurunkan angka kecelakaan sebesar 10 persen.
''Maka, yang diutamakan dalam operasi ini bagaimana nantinya angka kecelakaan dan kematian menurun,'' beber Kapolda.
Saat ini, menurut Kapolda, untuk moda, dan kondisi jalan di Riau, cukup baik. Hal ini sesuai dengan jumlah kendaraan di Riau sekitar lebih kurang 3 juta.
Artinya, dengan jumlah kendaraan itu, angka pelanggaran memang cukup tinggi.
Dalam operasi Lancang Kuning ini, Kapolda mengungkapkan, pihaknya menurunkan sebanyak 720 personel dari Polda dan 12 Polres se-Riau.
Sesuai data di tahun 2020 ini, angka kecelakaan di Riau, berjumlah 669 kejadian.
Rata-rata, kecelakaan itu, sebut Kapolda meliabtkan kendaraan roda dua.
Dalam operasi ini, pihaknya akan lebih mengedepankan upaya preventif dan preventif.
''Artinya kami lebih mengedepankan upaya persuasif. Karena tindakan tegas upaya terakhir,'' tegas Kapolda.
Sasaran yang dititik beratkan, pada operasi patuh ini adalah pengendara yang ditemukan mabuk, tidak menggunakan helem.
Kemudian, berboncengan lebih dari satu, tidak menggunakan sabuk kecepatan, melawan arus, tidak mematuhi protokol kesehatan.
''Saya himbau, anggota yang bertugas dilapangan tidak melanggar hak azazi manusia,'' imbuhnya.
