Diduga Hilang, Jack Ma Kini Muncul di Video Telekonferensi

Rabu, 20 Januari 2021 - 13:58:54 WIB Cetak

CELOTEHRIAU--Pendiri grup usaha Alibaba, Jack Ma, yang diduga hilang muncul dalam telekonferensi dengan sejumlah guru.
Dilansir Reuters yang mengutip Tianmu News, Rabu (20/1), Jack Ma terlihat dalam video telekonferensi dengan seratus guru yang mengajar di wilayah pedesaan China.

Ini menjadi kemunculan pertamanya sejak diduga hilang pada Oktober 2020.

Menurut keterangan Yayasan Jack Ma, pendiri Alibaba itu menghadiri kegiatan kelompok Inisiatif Guru Pedesaan secara daring.

Dalam rekaman video sepanjang 50 detik itu, Ma terlihat mengenakan jas berwarna biru tua dan menyampaikan sambutan melalui kamera dari ruangan berlatar tembok marmer dan karpet dengan corak garis. Belum diketahui lokasi tempat Jack Ma menyampaikan sambutan itu.

Jack Ma juga sempat menyampaikan ucapan selamat kepada para guru yang mendapat penghargaan. Dia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak hadir dalam kegiatan yang sama tahun lalu di kota pesisir Sanya.

"Kita tidak bisa berjumpa di Sanya karena epidemi. Setelah epidemi selesai, kita harus berupaya supaya semuanya bisa berangkat ke Sanya dan kita berjumpa di sana," kata Jack Ma.

Jurnalis CNBC, David Faber, melaporkan pada 5 Januari lalu yang menyatakan Jack Ma tidak hilang, dengan mengutip seorang sumber yang dekat dengan Ma.

Jack Ma disebut memang sengaja tidak muncul ke publik.Faber mengatakan Ma "kurang terlihat, dengan sengaja", tapi ia tidak hilang.

"Apa yang dapat saya katakan kepada Anda adalah bahwa dia sangat mungkin berada di Hangzhou, di mana Alibaba bermarkas, dan dengan sengaja tidak terlihat. Tapi itu tidak berarti dia hilang," kata Faber seperti dikutip dari Times Now News.

"(Ma) belum ditangkap, dia belum diambil, dan tidak ada indikasi bahwa pemerintah akan memindahkannya dengan cara tertentu," ujarnya.

Sosok Jack Ma tidak terlihat di hadapan publik sejak mengkritik badan dan bank China, saat menjadi pembicara sebuah konferensi teknologi finansial pada Oktober 2020.

Kritik itu disebut menuai kemarahan dari regulator China dan membuat perusahaan Ma seperti Ant Group dan Alibaba mendapatkan tekanan regulasi dari otoritas China.
 



Tulis Komentar +
Berita Terkait+
Internasional

PM Lebanon dan Eks Menteri Didakwa Atas Ledakan Beirut

Jumat, 11 Desember 2020
Internasional

Pesawat Pemain Cardiff Ditemukan di Dasar Laut

Senin, 04 Februari 2019
Internasional

Duterte Usulkan Ide Ganti Nama Filipina Menjadi Maharlika

Kamis, 14 Februari 2019