Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit Harus Punya SOP Pengendalian Darurat

Rabu, 13 Januari 2021 - 11:48:46 WIB Cetak

CELOTEHRIAU --- Terkait kebocoran pipa limbah PT Inti Indo Sawit (IIS) yang sudah tiga kali mencemari sungai Pokahan. Tentunya menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat. 

Mengapa peristiwa itu bisa terjadi hingga tiga kali dalam kurun waktu satu tahun, di PKS yang terletak di Desa Tanjung Pauh Kecamatan Singing Hilir Kabupaten Kuantan Singingi.

Praktisi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Arief Hilman Arda SSos MT yang dikonfirmasi, Selasa (12/01/2021) siang mengatakan, bahwa dalam persoalan limbah, pihak perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) harus mempunyai SOP (Standard Operating Procedure) keadaan darurat.

''Jadi perlu saya sampaikan bahwa dalam teori pembuangan limbah, perusahaan pabrik kelapa sawit harus mempunyai SOP keadaan darurat. Dalam SOP itu dijabarkan langkah-langkah yang harus dilakukan, sebelum kejadian, pas kejadian, dan paskah kejadian. Ketika pas kejadian, perusahaan melakukan pemghentian, pemulihan, dan pembesihan. Kemudian perusahaan juga harus mengkaji efek yang timbul, dengan begitu maka kejadian dapat ditangani dengan baik,'' terang Arief.

Dalam peristiwa ini, perusahaan juga memberikan laporan kepada pemerintah. ''Dalam peristiwa ini perusahaan memberikan laporan kepada pemerintah yang terkait, dengan mencantumkan detail kejadian, kapan terjadi, lokasi, dan dampak lingkungan terhadap kejadian tersebut. Jadi potensi melanggar peraturan atau sudah menjalani prosedur tentunya kita harus sama-sama ke lapangan,'' tutup Arief.

Sementara itu terkait kebocoran limbah awal tahun 2021 ini, Humas PT IIS Yogi  mengaku bahwa pabrik kelapa sawit perusahaan tempatnya bekerja  memiliki Standard Operating Procedure (SOP) keadaan darurat.

"Tentu kita punya SOPnya. Saat kejadiannya perusahaan juga sudah menjelaskan ke dinas terkait," katanya melalui aplikasi WhatsApps.

Bahkan kata dia, perusahaan selalu melaporkan lingkungannya setiap enam bulan sekali atau persemester .

"Untuk kasus kebocoran kemarin sudah kita selesaikan sesuai dengan anjuran dinas terkait.Saat ini sedang menunggu realisasinya saja.Karena pada prinsipnya permasalahan sudah kita selesaikan," pungkasnya.



Baca Juga Topik #serba serbi+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+