SEA GAMES 2019

Pesepaktakraw Putri Riau Ini Ikut Sumbangkan Perak

Senin, 02 Desember 2019 - 01:22:10 WIB Cetak

Asmira (dua dari kiri) bersama pemain-pemain putri Indonesia yang meraih perak cabang sepaktakraw SEA Games 2019 di Filipina, Ahad (1/12/2019). (ISTIMEWA)

CELOTEHRIAU.COM - Pemain kelahiran Bengkalis, Riau, ikut membawa Indonesia meraih perak cabang sepaktakraw dari nomor hoop putri di SEA Games XXX 2019 Filipina. Bertanding di Subic Bay Gymnasium, Olongapi, Manila, Filipina, Ahad (1/12/2019), Indonesia hanya kalah satu bola (10 poin) dari tuan rumah Filipina yang meraih emas. 

Indonesia mengumpulkan 66 bola (660 poin), sedang tuan rumah yang diperkuat Deseree Autor, Josefina Maat, Sarah Jean Kalalo, Jean Marie Sucalit, dan Mary Ann Lopez, meraih 67 bola (670 poin).

Meski begitu, hasil ini disyukuri banyak pihak, termasuk para pengurus Pengprov PSTI Riau, PSTI Bengkalis, dan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin. Sebabnya, dalam tim putri Indonesia tersebut ada pemain Riau kelahiran Bengkalis, Asmira.

Bersama Dini Mitasari dan Eva Rahmawati (Jateng), Lena dan Leni (Jabar), dan Nur Qadri (Sulsel),  Asmira adalah pemain inti di tim sepaktakraw putri di SEA Games kali ini. Tim putri Indonesia hanya turun di satu nomor, yakni hoop, dari dua nomor putri yang dipertandingkan. Hanya tuan rumah Filipina yang boleh turun di dua nomor tersebut, sedangkan negara lainnya hanya bisa memilih satu nomor. Satu nomor lagi adalah tim regu.

"Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah Swt atas medali perak untuk kontingen Indonesia. Sayang sekali kami gagal meraih emas. Kami hanya kalah satu bola dari tuan rumah," ujar Asmira saat dihubungi di Manila.

Meski hanya turun di satu nomor dan mendapatkan perak, menurut Asmira, dirinya puas karena sudah bekerja keras, baik saat Pelatnas maupun saat pertandingan. Untuk turun di SEA Games Filipina ini, tim sepaktakraw putra-putri digembleng dalam Pelatnas jangka panjang di GOR Icuk Sugiarto, Sukabumi, Jabar, hampir setahun.

"Memang disayangkan di bagian putri hanya dipertandingkan dua nomor, dan itu pun selain tuan rumah hanya boleh memilih satu nomor. Tetapi, hasil medali perak ini tidak buruk. Ini mengobati kerja keras kami selama Pelatnas di Sukabumi," jelas gadis kelahiran Bantan, Bengkalis, ini.

Sekretaris Umum PSTI Riau, Amrizal Amir, mengaku gembira dengan keberhasilan tim putri meraih perak karena di dalam tim tersebut ada pemain yang selama ini menjadi salah satu andalan Riau di berbagai iven. Dia berharap keberhasilan ini akan melecut seluruh pemain Riau untuk berprestasi tinggi lagi.

"Kita harus bangga dengan prestasi ini, meski gagal mempersembahkan emas. Kami di PSTI Riau akan terus melakukan pembinaan dan meningkatkan prestasi untuk melahirkan pemain-pemain berkualitas yang muaranya juga untuk tim nasional," kata Amrizal.

Di SEA Games 2019 ini, ada dua pemain PSTI Riau yang masuk dalam tim sepaktakraw Indonesia. Selain Asmira, satu pemain lagi di bagian putra, yakni Rizanov Kurniawan. Hingga berita ini disiarkan, belum ada kabar pertandingan tim putra.

Dihubungi terpisah, Kabid Binpres PSTI Riau, Armon Yornes, juga mengaku senang dengan hasil ini. Meski ini permainan tim, namun keterlibatan Asmira dalam kesuksesan ini harus diapresiasi. Armon berharap pengalaman memperkuat timnas dengan penggemblengan ketat di Pelatnas, akan menular ke tim Riau, terutama di PON 2020 Papua tahun depan.

"Semoga tim putra yang juga diperkuat pemain Riau, Rizanov Kurniawan, bisa menyusul prestasi tim putri ini, bahkan kalau bisa dapat emas," jelas mantan tekong terbaik Riau dan Indonesia di masanya ini. 

Di bagian lain, Armon juga mengungkapkan rasa bangganya karena di setiap multiven besar seperti SEA Games dan Asian Games, para pemain Riau ada dalam timnas. Sebelum ini, di SEA Games 2017 Malaysia dan Asian Games Jakarta Palembang 2018, dua pemain putri Riau, Florensia Cristy dan Sutini ikut memperkuat timnas. Florensia sendiri selalu tampil di timnas dalam tiga  Asian Games dan empat SEA Games terakhir yang diikuti Indonesia.

Asmira sendiri sebenarnya salah satu pemain andalan Indonesia dalam berbagai iven, dan masuk Pelatnas dalam usia yang masih sangat muda pada tahun 2007. Dia sempat turun di beberapa kali SEA Games. Setelah sempat lama tak dipanggil, mahasiswi UIR ini akhirnya dipanggil lagi tahun ini untuk SEA Games Filipina.

"Dari dulu Riau selalu melahirkan pemain hebat untuk timnas. Kami berharap hal ini terus berlangsung dan terus terjadi regenerasi," jelas Armon.(psti/h)



Tulis Komentar +
Berita Terkait+