Transformasi Digital Jadi Solusi Majukan UMKM

Jumat, 13 November 2020 - 09:32:10 WIB Cetak

CELOTEH RIAU-- Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Fiki Satari mengatakan tahun 2020 menjadi tahun yang menantang bagi sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sehingga perlu untuk dicarikan solusi-solusi yang tepat.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Fiki menyebut 45 persen pelaku UKM hanya mampu bertahan selama 3 bulan di masa pandemi seperti ini.

Sementara, merujuk survei Asian Development Bank (ADB) terkait dengan dampak pandemi terhadap UMKM di Indonesia, 88 persen usaha mikro kehabisan kas atau tabungan, dan lebih dari 60 persen usaha mikro kecil ini sudah mengurangi tenaga kerjanya.

Menurutnya, percepatan transformasi digital diyakini dapat menjadi jawaban untuk mendukung sektor tersebut.

"Oleh karena itu sangat penting bagi usaha mikro agar diintervensi dengan literasi keuangan," ujar Fiki sebagaimana dilansir laman resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional, Rabu (11/11).

Fiki melanjutkan, Kemenkop UKM sendiri memiliki strategi pengembangan digitalisasi UMKM dalam empat tahap.

Tahap pertama, meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dengan mempersiapkan pelaku usaha UMKM agar kapasitasnya bisa meningkat. Kedua, mengintervensi perbaikan proses bisnis yang diturunkan ke dalam beberapa program.

Ketiga, perluasan akses pasar yang salah satunya juga Kemenkop UKM bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) agar pelaku UMKM bisa menjadi vendor pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Keempat adalah mengglorifikasi pahlawan lokal pelaku UMKM.

"Pahlawan lokal pelaku UMKM ini syaratnya adalah pemantik, pemberdaya, punya brand yang kuat, dan secara keseluruhan mampu mengagregasi usaha mikro dan kecil untuk berlabuh ke platform digital ataupun ke pasar internasional [ekspor] nantinya," terang Fiki.


Pahlawan Digital UMKM


Sementara itu, Penggagas Pahlawan Digital UMKM Putri Tanjung mengatakan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) telah mengajak inovator muda untuk mendukung digitalisasi UMKM lewat program Pahlawan Digital UMKM.

"Awalnya, dalam situasi serbasulit seperti ini banyak UMKM yang mampu bertahan bahkan penjualannya meningkat karena terhubung dengan ekosistem digital. Namun baru 10-11 juta UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital. Di saat yang sama saya melihat banyak sekali anak muda yang hadir dengan inovasi membantu UMKM untuk go digital," ujar Putri.

Menurut dia, inovasi dan layanan digital yang dihadirkan para Pahlawan Digital UMKM mampu menyelesaikan persoalan-persoalan lokal yang ada di lapangan.



Baca Juga Topik #ekbis+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+